Senin, 25 September 2023

MANAJEMEN PEMASARAN - PENGERTIAN PEMASARAN INDUSTRI

 

 


Pengantar Pemasaran Industri


Apa itu Pemasaran Industri Adalah ?

Definisi: Pemasaran industri didefinisikan sebagai rencana pemasaran yang digunakan satu bisnis untuk menjual produk atau layanan industri ke bisnis lain untuk menghasilkan prospek dan mengoptimalkan konversi.

 

Pemasaran industri berputar di sekitar produsen, pemasok, dan pembeli industri, dan penyalurannya dikaitkan dengan pesanan besar, dan dalam pemasaran industri terjadi hubungan jangka panjang, karena proses penjualan dalam pemasaran industri dapat memakan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

 

Ini adalah bentuk pemasaran yang jauh lebih kompleks karena produk industrinya yang khusus. Produk atau layanan industri membantu dalam produksi produk akhir dari bahan baku.

 

Membangun hubungan jangka panjang antara produsen dan pelanggan merupakan prasyarat untuk program pemasaran industri.

 

Siapa yang harus menggunakan Strategi Pemasaran Industri ?

Pemasaran industri tidak ada gunanya bagi perusahaan yang menargetkan produknya pada pelanggan individu. Namun, perusahaan yang membuat mesin manufaktur skala besar dapat menggunakan pemasaran industri.

 

Misalnya, banyak perusahaan yang terlibat dalam pembuatan mesin manufaktur skala besar tidak akan pernah menjual produk mereka kepada pelanggan individu dan karenanya, mereka harus menggunakan kegiatan pemasaran industri untuk mempromosikan jenis peralatan tersebut ke perusahaan lain yang mungkin memiliki sumber daya dan perlu menggunakannya.

 

Jadi, OEM pasar massal akan membeli mesin semacam itu untuk membuat seribu unit peralatan yang sama setiap tahun. Dengan cara yang sama, produsen furnitur dapat menggunakan praktik pemasaran industri dengan tujuan akhir untuk mempromosikan produk bisnis mereka ke berbagai bisnis yang membutuhkan furnitur untuk kantor bisnis mereka.

 

Pengertian Pemasaran Industri

 

1. Sifat & Ruang Lingkup Pemasaran Industri

Sifat pemasaran industri relatif mudah dipahami, tetapi prosesnya kompleks. Menjual ke pelanggan secara langsung itu mudah. Bisnis ini menyajikan produk dalam jumlah terbatas kepada pelanggannya. Dalam pemasaran, bisnis menjual produknya ke penjual lain yang kemudian akan menjual ke pelanggan akhir.

 

Dalam pemasaran, bisnis perlu mengetahui selera dan preferensi sekelompok kecil orang, dan dengan keahlian menjual yang baik, ia dapat dengan cepat menyegel kesepakatan. Namun, jika bisnis terlibat dalam pemasaran B2B, perlu mengetahui sekelompok besar orang yang beragam di berbagai lokasi.

 

Sifatnya menggabungkanstrategi pemasaran masuk untuk menarik bisnis sebagai pelanggan potensial dengan membuat konten dan pengalaman berharga yang disesuaikan dengan mereka untuk meningkatkan perolehan prospek dan mengoptimalkan konversi prospek yang berkualitas.

 

Pemasaran industri memiliki cakupan yang lebih luas karena berhubungan dengan pelanggan secara tidak langsung. Ini berarti perlu memikirkan perantara dan pelanggan saat memasarkan produknya. Fokusnya akan terus-menerus memasarkan ke merek lain terlebih dahulu. Ini memungkinkan bisnis untuk berspesialisasi dalam bidang tertentu.

 

2. Apa saja ciri-ciri Pemasaran Industri?


Karena jelas bahwa proses pembelian pemasaran industri terkait dengan penargetan, menghubungkan, dan mengubah perusahaan atau bisnis lain, berikut ini adalah fitur utama yang terkait dengan keseluruhan proses.

a. Pasar Lebih Sedikit namun Lebih Besar, 

Pembeli jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pembeli konsumen, tetapi pembeli ini membeli dalam jumlah besar.

b. Hubungan yang Terjalin dengan Baik,

Hubungan antara pembeli dan penjual jauh lebih dekat daripada hubungan konsumen dan penjual. Ini karena menjalin hubungan penjual-pembeli dalam industri ini menghabiskan banyak waktu, uang, dan usaha begitu hubungan terbentuk.

c. Proses Kompleks,

Seluruh proses pembelian dan penjualan sangat kompleks. Diperlukan banyak persetujuan dari berbagai pejabat.

d. Permintaan Berasal,

Permintaan untuk barang-barang industri berasal dari permintaan untuk produk akhir dijual kepada konsumen. Jika permintaan konsumen yang baik meningkat, maka permintaan akan barang industri dan sebaliknya.

e. Permintaan Inelastis

Permintaan barang dan jasa industri tidak terpengaruh oleh perubahan harga produk atau jasa. Ini adalah gagasan permintaan inelastis. Hal ini terutama berlaku dalam jangka pendek.

f. Permintaan Berfluktuasi

Permintaan barang dan jasa industri lebih fluktuatif daripada barang dan jasa konsumen.

g. Pembeli Profesional

Barang industri sering dibeli oleh agen terlatih yang profesional yang memiliki pengetahuan menyeluruh tentang produk yang mereka coba beli. Pemasaran pelanggan tidak selalu harus menganggap pelanggan sebagai penawar yang terinformasi dengan baik. Ini adalah fitur unik dari pasar industri .

 

3. Tahapan Pemasaran Bisnis Industri

Tahapan tersebut dijelaskan dari sudut pandang pembeli dan pemasar. Mari kita lihat tiga tahap ini di sini dan sekarang-

Tahap 1: Penelitian

Pembeli memulai proses pencarian mereka mengenai apa yang ingin mereka beli. Penjual harus mencoba yang terbaik untuk ditemukan sedini mungkin. Proses pembelian dalam industri ini lebih kompleks dan lebih lama.

Tahap 2: Evaluasi

Penelitian mengarahkan pembeli untuk mengembangkan daftar produk dan layanan yang dapat mereka pilih. Ini membantu mereka membuat keputusan pembelian yang lebih tepat. Pada tahap ini, pemasar perlu membuktikan kepada pembeli bahwa bisnis mereka harus menjadi pilihan pembeli.

Tahap 3: Beli

Pembeli pada tahap ini akhirnya memutuskan apa yang ingin mereka beli. Tentu saja, sekarang, pemasar seharusnya sudah melakukan tugasnya.

 

4. Pemasaran Industri vs Pemasaran Konsumen

Proses pembelian yang tergabung dalam pemasaran industri sangat berbeda dari pemasaran konsumen karena pemasaran industri diarahkan pada bisnis sementara pemasaran konsumen diarahkan kepada pelanggan atau pengguna akhir.


Karena pola perilaku khusus dari pembeli industri, strategi pemasaran terkait juga sangat berbeda. Beberapa cara utama di mana pemasaran industri berbeda dari pemasaran konsumen adalah:

a. Proses Pembelian Industri memiliki Kebutuhan Khusus

Pemasaran massal tidak bisa diterapkan untuk pemasar industri karena pembeli memiliki kebutuhan khusus. Selain itu, produk umumnya bersifat teknis dan karenanya memerlukan pendekatan yang jauh lebih terarah.

b. Peran Riset Lebih Besar dalam Pemasaran Industri

Sekali lagi, karena pemasaran produk bersifat teknis, pemasar perlu memenuhi kebutuhan spesifik pembeli. Pembeli juga terlibat dalam banyak penelitian. Pemasar perlu memastikan bahwa produk atau jasa dapat memenuhi harapan pembeli.

c. Pembelian Menghasilkan Kemitraan

Pembelian B2B sering menghasilkan pembentukan kemitraan panjang. Penjualan produk atau jasa tersebut merupakan proses yang sangat panjang. Mendapatkan kepercayaan dari pembeli industri merupakan langkah penting menuju pembelian.

Jika pembeli ingin melakukan pembelian serupa di kemudian hari, mereka mungkin tidak ingin melalui cobaan ini lagi. Karena pembelian pertama menyebabkan pembelian berikutnya dan penjual bekerja sama selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, itu mengarah pada pembentukan kemitraan.

 

5. Langkah Strategi Pemasaran Industri

Berikut ini adalah langkah-langkah yang terlibat dalam penerapan strategi pemasaran industri yang sukses untuk menghasilkan lead baru dan pelanggan baru:

Langkah 1: Evaluasi Strategi Pemasaran Anda Saat Ini

Tentukan strategi baru Anda dengan terlebih dahulu memahami strategi Anda sebelumnya. Berikutnya, Anda perlu melihat seberapa baik Anda telah atau belum bertemu dengan target yang ditentukan. Aspek lain dari analisis adalah pekerjaan pesaing Anda. Analisis apa yang mereka lakukan dan temukan cara untuk melakukannya lebih baik daripada mereka.

Langkah 2: Tentukan Target Audiens Anda

Audiens target Anda menentukan hampir semua motivasi Anda di balik tindakan dan strategi Anda. Audiens target mungkin merupakan konsep fiksi, tetapi perlu diteliti secara profesional untuk menjadi representasi yang baik dari pelanggan ideal Anda.

Jika konten promosi atau pendidikan Anda direncanakan sesuai dengan kecenderungan audiens target Anda, itu akan menghasilkan tingkat konversi yang lebih tinggi. Konten khusus yang menargetkan pembeli tertentu dapat dengan mudah mencapai hasil. Seperti disebutkan sebelumnya, pemasaran massal bukanlah pilihan bagi pemasar industri.

Langkah 3: Tetapkan Metrik dan Sasaran Anda

Data sangat penting untuk setiap pemasar. Jika Anda tidak memenuhi ROI yang dibutuhkan, mengapa melanjutkan strategi pemasaran yang sama? Pertama, Anda perlu menentukan tujuan Anda. Pastikan Anda menetapkan sasaran SMART (Specific (Spesifik), Measurable (Terukur), Achievable (Dapat Dicapai), Relevant (Relevan), dan Time-Bound (Terikat Waktu)).

Selanjutnya, analisis kinerja Anda dan pastikan metrik yang Anda analisis memenuhi tujuan Anda. Perbedaan antara tujuan dan hasil menentukan strategi pemasaran masa depan Anda. Beberapa metrik yang dapat Anda lacak adalah lalu lintas situs web, rasio konversi arahan, biaya  per prospek, rasio pentalan (Bounce Rate), dll.

Langkah 4: Ketahui Upaya Pemasaran Digital Anda untuk menghasilkan pemimpin Industri

Dari desain situs web hingga blog yang diperbarui secara berkala hingga penelitian kata kunci, iklan berbayar, dan menggunakan google analytics, ada berbagai upaya pemasaran digital yang mungkin digunakan bisnis saat ini untuk mengoptimalkan kampanye pemasaran industrinya. Beberapa upaya pemasaran online utama yang mungkin Anda dapat coba adalah :

a. Platform Media Sosial

Pemasaran industri tidak harus membosankan. Pemasaran media sosial juga dapat digunakan dalam pemasaran industri. Media sosial adalah alat untuk terhubung dengan orang-orang di seluruh dunia. Ini adalah alat yang umum dalam pemasaran ke konsumen tetapi dapat digunakan untuk pemasaran industri juga.

b. Blog
Blog adalah alat pemasaran yang populer. Karena bentuk pemasaran ini memerlukan banyak penelitian karena sifat teknis produk, pemasar dapat menggunakan blog untuk menyebarkan informasi yang relevan.

c. Video

Pemasar B2B yang sukses membuat dan menggunakan video sebagai alat pemasaran yang kuat yang menyediakan informasi visual.

d. Situs Mikro

Microsite adalah halaman web individu, atau bisa juga sekelompok kecil halaman web. Itu dapat memiliki URL-nya dan merupakan alat pemasaran industri yang hebat. Contohnya adalah jejaring Twitter.

e. Pemasaran Emaile

Pemasaran email adalah alat pemasaran yang sangat kuat yang telah membuktikan nilainya selama beberapa dekade terakhir. Pemasaran email bertindak sebagai alat yang hebat untuk mempersonalisasi dan menyebarkan informasi yang relevan kepada pembeli.

f. Pengoptimalan Mesin Pencari (SEO)

SEO adalah salah satu cara utama untuk menentukan peringkat di mesin pencari. Dengan melakukan penelitian kata kunci utama dan menyalurkan upaya SEO untuk mengoptimalkan kehadiran bisnis Anda di depan bisnis target Anda, Anda akan dapat memanfaatkan kampanye pemasaran industri Anda secara maksimal.

g. Pengujian A/B

Pengujian A/B dapat digunakan dalam praktik pemasaran online industri untuk mengetahui kinerja terbaik di seluruh situs web, blog, email, dll. Beberapa materi pemasaran industri yang dapat Anda uji AB adalah Panjang salinan, Baris subjek, Gambar, Warna , Formulir lokasi, dll.


Langkah 5: Lakukan Kolaborasi Pemasaran Industri Anda Dengan Penjualan

Meskipun langkah-langkah yang disebutkan di atas akan membantu Anda mendapatkan prospek, tim penjualan Anda harus berupaya dan mengembangkan hubungan untuk mengubah prospek tersebut. Anda dapat mengelolanya di saluran penjualan melalui alat Manajemen Hubungan Pelanggan ( CRM ).

CRM akan memungkinkan tim penjualan Anda untuk mengevaluasi prospek baru dengan menggunakan sistem penilaian, mengirim email terlacak, dan melakukan panggilan ke prospek terbaik.

Langkah 6: Penganggaran dan penempatan staf untuk Upaya Pemasaran Industri Anda

Ada tiga kemungkinan rute yang dapat dipilih oleh bisnis mana pun saat membuat keputusan penganggaran dan kepegawaian.

a. Lanjutkan dengan staf Anda yang ada

Anda dapat menggunakan staf yang ada untuk mengembangkan strategi pemasaran Anda. Keuntungan dari metode ini adalah Anda tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk staf.

Namun, anggota staf Anda mungkin tidak ahli di bidang ini. Akibatnya, mereka mungkin akhirnya membagi waktu dan fokus mereka di berbagai proyek.

b. Mempekerjakan karyawan pemasaran internal

Mempekerjakan karyawan pemasaran internal menghemat waktu Anda untuk menemukan agen dan agen yang tepat untuk memenuhi kebutuhan pemasaran Anda. Kerugiannya, bagaimanapun, adalah biaya gaji tambahan, tunjangan, pajak, gaji, dll.

c. Bermitra Dengan Agen Pemasaran Industri

Mempekerjakan agen luar dapat memungkinkan Anda untuk memanfaatkan manfaat dari pengalaman dan keahlian agen tersebut. Namun, ini tidak bebas biaya. Anda perlu menginvestasikan waktu dan uang Anda untuk menemukan agensi yang tepat untuk Anda.

Lebih lanjut, kemitraan ini akan relatif berjangka panjang. Anda perlu membentuk hubungan saling percaya dengan perusahaan pihak ketiga.


Langkah 7- Mengukur Keberhasilan Pemasaran Industri

Ada berbagai metrik untuk dilacak untuk menentukan keberhasilan upaya pemasaran industri. Anda perlu menetapkan sasaran untuk pendapatan, total kontak baru, prospek yang memenuhi syarat penjualan, lalu lintas situs web, konversi pengunjung ke prospek, dll.

Dengan menetapkan tolok ukur, Anda akan dapat mengukur hasil kampanye pemasaran Anda terhadap tolok ukur tersebut.

 

6. Apa contoh Pemasaran Industri ?

1. Infografis Intui

Intuit menciptakan konten pemasaran industri untuk menambah nilai bagi kehidupan audiensnya. Contoh yang dibagikan di atas menunjukkan tren yang berkembang dari sistem kerja dari rumah di Inggris dan bagaimana hal itu memengaruhi budaya kerja di sana.


2. Lakmus

Litmus sebagai platform pengujian dan analisis email hadir dengan kampanye email yang unik, kreatif, dan menarik. Alih-alih menggunakan teks statis, mereka menggunakan GIF yang menarik dan warna yang menarik untuk membuat pembaca merasakan penjelajahan melalui situs web yang dirancang secara profesional.


3. Hootsuite

Hootsuite menggunakan video yang menarik untuk menyoroti kepribadian kliennya dalam setiap studi kasus. Anda dapat melihat ini di saluran YouTube mereka.

 

7. Perbedaan Pemasaran Industri vs Pemasaran Konsumsi

Kegiatan onsumsi, membeli produk sering berdasarkan pada motivasi seseorang. Terkadang pembelian produk konsumsi tidak rasionil, bisa karena didorong gengsi atau pertimbangan-pertimbangan lain.

 

Pembelian suatu produk industri tidak sepenuhnya diputuskan oleh seseorang, keputusan ini biasanya ditentukan oleh beberapa orang. Masing-masing dari mereka dapat mempengaruhi keputusan pembelian. Pada umumnya individu-individu yang berpengaruh dalam pembelian adalah mereka yang berkaitan erat dengan pemasaran, keuangan, dan produksi.

 

a. Ruang Lingkup Pemasaran Industri

Koeswara 1995 mengemukakan, beberapa fungsi yang harus dipikirkan oleh seorang manajer pemasaran industri adalah perencanaan perusahaan, perencanaan pemasaran, pemasaran umum, perkenalan produk, pengemasan produk, promosi penjualan, periklanan produk, latihan menjual, menajemen penjualan, menentukan harga produk, riset pasar, riset penjualan, perdagangan produk, layanan langganan, layanan purna jual, pengendalian persediaan, hubungan dengan dealer, dan hubungan dengan masyarakat. Jika dibandingkan dengan pemasaran produk konsumsi, fungsi dan tugas pemasaran industri lebih banyak, oleh karena itu syarat menjadi pemasar industri lebih berat Subroto, 2011. Menurutnya, syarat kepribadian dan syarat pengetahuan yang diperlukan dalam fungsi dan tugas pemasaran industri misalnya perencanaan pemasaran, mengenalkan produk baru, menentukan harga produk, kemasan produk, promosi penjualan, manajemen penjualan, riset pasar, layanan purna produk, layanan pelanggan, pengendalian persediaan, dan sebagainya yang berhubungan dengan pemasaran produk industri.

 

b. Pentingnya Pemasaran Industri

Saat ini organisasi tidak lagi terkendala oleh batas-batas negara. Mereka mempunyai akses ke pasar, pemasok, distributor, dan mitra-mitra pada skala global. Filosofi dan konsep pemasaran mengikuti tren globalisasi ini. Artinya bahwa ekonomi sudah mulai mengadopsi orientasi pemasaran, yang sebelumnya dikelola secara terpusat, seperti China. Perjanjian dagang bilateral dan multilateral, seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN telah membantu proses ini, meskipun ekonomi negara-negara maju masih terdepan Yusuf dan Williams, 2007. Mengenai peran pemasaran industri dalam organisasi perusahaan industri, Subroto 2011 mengatakan bahwa pemasaran industri semakin lama semakin berperan.

Peranan itu lebih terasa di negara industri dan yang menuju struktur perekonomian industri. Menurutnya, semakin berkembang industri suatu negara, semakin jelas peranan pemasaran industri dalam memasarkan produk industri di negara tersebut. Negara-negara industri sangat membutuhkan peralatan dan produk industri. Meningkatnya pemakaian produk atau peralatan industri membawa perubahan dalam strategi memasarkan produknya. Perubahan-perubahan ini harus diperhatikan baik dari segi perilaku pembeli, perubahan lingkungan, strategi pemasaran, strategi produk, strategi saluran distribusi, strategi harga, strategi promosi, riset pasar, dan sebagainya. Semuanya itu harus memperhatikan etika dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.

 

c. Perbedaan Pemasaran Industri dan Pemasaran Konsumsi

Pemasaran bisnis atau industri juga berbeda dengan pemasaran konsumsi. Pemasaran industri saluran distribusinya lebih pendek dan langsung, lebih menekankan pada personal selling dan negosiasi, web sepenuhnya terintegrasi, proses pembelian yang kompleks dalam strategi promosi yang unik. Hubungan antara pembeli dan penjual juga berbeda karena pada pemasaran industri keduanya adalah organisasi, sedangkan pemasaran konsumsi yang salah satunya adalah konsumen individu Dweyer Tanner, 2006.

 

Pasar bisnis atau industri mempunyai ciri yang sangat berbeda dengan pasar konsumen Kotler dan Keller, 2009 :

  • Pembelinya lebih besar dan lebih sedikit
  • Hubungan pemasok-pelanggan erat
  • Pembelian profesional

Beberapa orang mempengaruhi pembelian Menurut Koeswara 1995 pemasaran industri dan pemasaran konsumsi dapat dibedakan berdasarkan karakteristik pasar, karakteristik pembeli, produk dan mutunya, saluran distribusi, promosi, dan karakteristik harga.

 

Sedangkan Subroto 2011 membedakan berdasarkan karakteristik pemasaran, karakteristik pasar, hubungan antara penjual dan pembeli, produk, perilaku pembelian, saluran distribusi, metode promosi, dan strategi harga yang digunakan.

 

Perbedaan pemasaran industri dan pemasaran konsumsi Karakteristik Pemasaran Industri Pemasaran Konsumsi Nilai volume penjualan Lebih besar.

 

8. Kesimpulan Saya


Pada catatan kesimpulan saya ini, jelas bahwa pemasaran industri adalah cabang pemasaran, periklanan, komunikasi, dan penjualan yang digunakan untuk mempromosikan barang dan jasa dari satu bisnis ke bisnis lain daripada menargetkan pelanggan tertentu.

 

Pemasaran industri umumnya berkisar pada pesanan besar dan hubungan jangka panjang antara produsen dan klien. Seberapa efektif menurut Anda praktik pemasaran industri untuk bisnis? Bagikan pendapat Anda dengan kami di bagian komentar di bawah.

 

 

REFERENSI :

Johny K Johansson (JJK) “Global Marketing Management” McGraw-Hill International Edition, 2006

Kotabe, M & Kristiaan Helsen “Global Marketing Management” Hoboken, NJ: John Wiley & Sons, Fourth Edition, 2008

Kristanto, Jajat. 2011. Manajemen Pemasaran Internasional. Jakarta: Erlanga.

Keegan J Warren dan Green C Mark. 2017. Global Marketing. 9th Edition. Harlow: Pearson Education Limited.

Budiarto Subroto. Pemasaran Industri: Business to Business Marketing, Penerbit Andi Offset, Yogyakarta, 2011.

Saavedra, Claudio A. The Marketing Challenge for Industrial Companies: Advanced consept and Practices, Springer International Publishing, Switzerland 2016.

Zimmerman, Alan and Jim Blythe. 2018. Business to business marketing management: a global perspective, 3 ed, New York: Routledge.

 

Senin, 18 September 2023

MIKRO EKONOMI - MEKANISME PASAR, PENAWARAN & PERMINTAAN

 



Mekanisme Pasar


Pasar dalam pengertian ilmu ekonomi adalah pertemuan anatara permintaan dan penawaran, dan pasar bersifat interaktif bukan fisik. 

                                        

Mekanisme pasar adalah kecenderungan dalam pasar bebas untuk terjadinya perubahan harga sampai pasar menjadi seimbang (jumlah yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta). Namun, mekanisme pasar bisa disebut juga sebagai proses penentuan tingkat harga berdasarkan kekuatan permintaan dan penawaran. Mekanisme pasar terbagi menjadi dua yaitu permintaan dan penawaran.

 

Permintaan

 

1. Pengertian Permintaan

Permintaan adalah keinginan konsumen membeli suatu barang  pada berbagai tingkat harga selama periode waktu tertentu, yang disertai dengan kesediaan dan kemampuan membeli barang tersebut.

 

Hukum permintaan berbunyi : “Semakin tinggi harga suatu barang, maka semakin sedikit jumlah barang yang diminta atau dijual dan sebaliknya”.

 Agar hukum permintaan berlaku, maka asumsinya adalah sebagai berikut :

  1. Pendapatan tetap
  2. Tidak ada barang pengganti dan pelengkap
  3. Selera tetap
  4. Kebutuhan tetap
  5. Benda tersebut bukan benda prestise
  6. Tidak ada perubahan harga

 

Yang disebutkan diatas dikenal dengan Ceteris Paribus, yang artinya adalah faktor lain yang dianggap tetap atau tidak berubah. Kemudian terdapat kasus pengecualian, adakalanya hukum permintaan tidak berlaku, yaitu kalau harga suatu barang naik justru permintaan terhadap barang itu meningkat. Paling tidak ada 3 hukum permintaan tidak berlaku :

  1. Barang yang memiliki unsur spekulasi
  2. Baranf prastise
  3. Barang giffen

 

2. Faktor yang Mempengaruhi Permintaan

  • Harga Barang Itu Sendiri (Px), Jika harga suatu barang semakin murah, maka permintaan terhadap barang itu bertambah.
  • Harga Barang Lain (Py), Harga barang lain yang mempengaruhi permintaan suatu barang saling memiliki keterkaitan. Keterkaitan suatu barang bisa bersifat substitusi (pengganti) dan bersifatkomplemen (penggenap).
  • Tingkat Pendapatan Perkapita (Y/cap), Semakin tinggi tingkat pendapatan, daya beli semakin kuat, sehingga permintaan suatu barang meningkat.
  • Jumlah Penduduk (pen), Semakin banyak jumlah penduduk, permintaan barang (misal beras) semakin banyak.                
  • Distribusi Pendapatan (Ydist), Jika distribusi pendapatan buruk, berarti daya beli secara umum melemah, sehingga permintaan terhadap suatu barang menurun.

 

3. Model dan Teori Permintaan

Model permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Model ini sangat penting untuk melakukan analisa ekonomi mikro terhadap perilaku para penjual dan pembeli. Model ini memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang kompetitif, harga akan berfungsi sebagai penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh konsumen dan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen, sehingga terciptalah keseimbangan ekonomi antara harga dan kuantitas.

Teori permintaan, dalam prakteknya permintaan seseorang atau masyarakat terhadap suatu barang atau jasa dipengaruhi beberapa faktor karena dibutuhkan. Barang dan jasa mempunyai harga atau nilai, karena barang tersebut berguna dan langka. Kegunaan (utility) suatu barang akan menimbulkan keinginan, dan pada gilirannya akan membutuhkan permintaan. Sebaliknya kelangkaan suatu barang mendorong beberapa orang untuk memanfaatkan kelangkaan itu dengan cara menjualnya, sehingga kelangkaan menimbulkan penawaran.

Jika ditarik kesimpulan, bahwa kegunaan menimbulkan permintaan dan kelangkaan menimbulkan penawaran atau, karena bergunalah suatu barang diminta dan karena langkalah suatu barang ditawarkan.

 

Penawaran

1. Pengertian Penawaran

Penawaran adalah jumlah barang yang produsen ingin tawarkan (jual) pada berbagai tingkat harga selama satu periode tertentu.

Hukum penawaran berbunyi :“jika harga naik, maka jumlah yang ditawarkan juga naik dan sebaliknya”.


2. Faktor yang Mempengaruhi Penawaran

  • Harga  Barang Itu Sendiri (Px), Jika harga suatu barang naik, maka produsen cenderung akan menambah jumlah barang yang dihasilkan.
  • Harga Barang Yang Terkait (Py), Apabila harga barang substitusi naik, maka penawaran suatu barang akan bertambah dan sebaliknya.
  • Harga Faktor Produksi (Pi), Kenaikan harga faktor produksi, seperti tingkat upah yang lebih tinggi, harga bahan baku yang meningkat atau kenaikan tingkat bunga modal, akan menyebabkan perusahaan memproduksi output-nya lebih sedikit dengan jumlah anggaran yang tetap.
  • Biaya Produksi (C), Kenaikan harga input sebenarnya juga menyebabkan kenaikan biaya produksi.
  • Teknologi Produksi (tek), Kemajuan teknologi menyebabkan penurunan biaya produksi dan menciptakan barang-barang baru.
  • Jumlah Pedagang atau Penjual (ped), Apabila jumlah penjual suatu produk tertentu semakin banyak, maka penawaran barang terserbut akan bertambah.
  • Tujuan Perusahaan (tuj), Adalah memaksimumkan laba, bukan memaksimumkan hasil produksinya.


3. Surplus Ekonomi

Surplus adalah jumlah yang melebihi hasilnya, berlebihan, sisa. Istilah surplus dalam ilmu ekonomi adalah sebagai berikut :

  • Surplus Produsen, Adalah pendapatan tambahan yang diperoleh oleh seseorang produsen dari penerimaan harga suatu barang yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang sebenarnya telah dipersiapkan untuk ditawarkan.
  • Surplus Konsumen, Adalah kepuasan atau kegunaan ( utility ) tambahan yang diperoleh konsumen dari  pembayaran harga suatu   barang   yang  lebih rendah dari harga yang konsumen bersedia membayarnya. (novitascorpiogirls.blogspot.com/definisi-ekonomi-surplus.html).
  • Dasar pendekatan yang digunakan untuk analisis pasar adalah menganalisis (marginalism approach), yang mengatakan bahwa keputusan dalam memproduksi atau mengkonsumsi ditentukan oleh beberapa besar tambahan pendapatan atau manfaat dari unit terakhir barang yang diproduksi atau dikonsumsi. (teori ekonomi mikro suatu pengantar prathama rahardja & mandala manurung) 
  • Surplus Konsumen dan Surplus Produsen, Apabila harga keseimbangan pasar ( equilibrium ) itu kita bandingkan dengan semua kemungkinan harga pada kurva permintaan dan semua kemungkinan harga pada kurva penawaran terdapat suatu hubungan yang menarik.(novitascorpiogirls.blogspot.com/definisi-ekonomi-surplus.html).

 

Teori surplus ekonomi sangat bermanfaat dalam menganalisis dampak campur tangan pemerintah. Campur tangan pemerintah dianggap makin buruk bila total kehilangan surplus ekonomi (kehilangan surplus konsumen + surplus produsen) makin besar. Dalam buku teks berbahasa Inggris, ini disebut deadweight loss.

 

4. Kegagalan Pasar

Kegagalan pasar adalah ketidakmampuan pasar yang bebas (pasar yang bersaing) untuk mengalokasikan sumber-sumber dayanya secara efisien. Kegagalan pasar ini dapat disebabkan oleh lima penyebab, yaitu sebagai berikut :

  • Imformasi Tidak Sempurna (Incomplete Information), Jika konsumen tidak memiliki informasi yang akurat tentang harga pasar atau kualitas produk,maka sistem pasar tersebut tidak aakan berjalan secara efisien. Dalam kenyataanya kita tidak pernah tau persis tentang kualitas barang yang akan digunakan. Misalnya ketika membeli mobil bekas. Untuk memperoleh informasi tentang mobil itu, seringkali harus membayar. Misalnya dengan menyewa montir mobil yang ahli mesin dang dapat dipercaya.
  • Daya Monopoli (Monopoly power), Asumsi pasar persaingan sempurna adalah produsen begitu banyak dan kecil-kecil sehingga secara individu tidak mampu mempengaruhi pasar. Keputusan pasar dalam memasok, bereferensi pada harga yang berlaku dipasar. Contohnya sering terjadi daalm pasar hanya ada satu(monopoli) atau beberapa produsen (oligopoli) yang begitu kuat. Mereka mampu mempengaruhi pasar dengan menentukan tingkat harga. Kemampuan itu memnyebabkan barang yang diproduksi lebih sedikit,harga yang lebih tinggi dibandikan dalam pasar persaingan sempurna.
  • Eksternalitas (Externality), Eksternalitas adalah keuntungan atau kerugian yang dinikmati atau diderita perilaku ekonomi sebagai sebab tindakan pelaku ekonomi yang lain, tetapi tidak dapat dimasukan dalam penghitungan biaya secara formal. Misalnya di provinsi Lampung banyak pabrik tapioka yang mencemarkan lingkunagan dengan membuang limbah pabrik ke sungai. Namun kerugian yang diderita masyarakat sekitarnya tidak masuk didalam perhitungan biaya produksi tapioka. Akibatnya, walaupun secara finansial biaya produksi tapioka menjadi murah (tidak perlu melakukan investasi pengolahan limbah), secara ekonomis biayanya mahal; dikarenakan sebagaian biaya itu ditanggung masyarakt dalam bentuk biaya sosial.
  • Barang Publik ( Public Goods), Barang publik adalah barang yang tidak eksklusif dan tidak bersaing untuk mendapatkannya yang dapat disediakan dengan murah. Namun begitu tersedia akan sangat sulit mencegah orang-orang untuk mengkonsumsi nya.kegagalan pasar muncul apabila pasar gagal menawarkan barang publik atau barang yang bernilai bagi banyak orang. ilmu pengetahuan dan teknologi adalah salah satu contoh barang publik. Sebuah perusahaan mempertimbangkan melakukan riset teknologi baru yang tidak dapat dipatentakan. Begitu penemuan tersebut dipublikasikan, perusahaan lain dapat menirunya dan riset tadi tidak akan menguntungkan. Sehingga perusahaan tersebut cenderung untuk mengalokasikan sumberdaya yang terlalu sedikit dalam menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi baru. (Muhammadhasan.blogspot.com)
  • Barang Alturisme (Altuism good), Barang alturisme adalah barang yang ketersedianya berdasarkan suka rela berdasarkan kemanusiaan. Contoh barang alturisme ialah darah. Supply darah ada karena rasa kemanusiaan. Apabila untuk barang ini diserahkan kepada mekanisme pasar, maka tidak akan terjadi pasar karena aspek supply-nya bertentangan dengan ajaran agama (akan terjadi kegagalan pasar). Oleh karena itu pemerintah menangani masalh demand dan supply darah,dengan membentuk PMI. Apabila kita datang ke PMI untuk donor darah , motivasinya semata-mata karena rasa kemanusiaan. Dan bagi orang yang menbutuhkan, mereka tidak perlu membeli darah yang diperlukannya.( teori ekonomi mikro suatu pengantar. Prathama rahardja & mandala manurung )

 

5. Intervensi Pemerintah

Intervensi pemerintah adalah campur tangan pemerintah dalam mengurus negaranya. 

Tujuan dilakukannya campur tangan pemerintah adalah sebagai berikut :

  • Menjamin agar kesamaan hak bagi setiap individu dapat tetap terwujud dan eksploitasi dapat dihindarkan,
  • Menjaga agar perekonomian dapat tumbuh dan mengalami perkembangan yang teratur dan stabil,
  • Mengawasi kegiatan-kegiatan perusahaan, terutama perusahaan-perusahaan besar yang dapat mempengaruhi pasar, agar mereka tidak menjalankan praktik-praktik monopoli yang merugikan,
  • Menyediakan barang publik (public goods) meningkatkan kesejahteraan masyarakat,
  • Mengawasi agar eksternalitas kegiatan ekonomi yang merugikan masyarakat dapat dihindari atau dikurangi.

 

6. Harga

Tujuan kontrol harga adalah melindungi konsumen atau produsen. Bentuk kontrol harga yang digunakan adalah penetapan harga dasar (floor price) dan harga maksimun (ceiling price).

Harga Dasar (Floor Price), Harga dasar adalah tingkat harga minimum yang diberlakukan. Penetapan harga minimum atau harga dasar yang diberlakukan oleh pemerintah bertujuan untuk melindungi produsen, terutama untuk produk dasar pertanian. Misalnya harga gabah kering terhadap harga pasar yang terlalu rendah.

Misalnya harga jeruk dalam negeri per Kilogram pada awalnya adalah Rp 10.000 kuantitas yang diperjualbelikan di pasar adalah 2000 Kg. Penerimaan penjualan adalah Rp 2.000.000 ( Rp 10.000 x 2.000 ). Apabila pemerintah menetapkan price floor sebesar Rp 12.000/Kg, pada tingkat harga ini kuantitas yang ditawarkan produsen meningkat menjadi 2.500 Kg, namun kuantitas yang diminta oleh konsumen hanya 1.500 Kg. Hal tersebut mengakibatkan surplus atau Excess Suplly sebesar 1.000 Kg ( 2.500 – 1.500 ).

Harga Tertinggi (Ceiling Price), Harga tertinggi (ceiling price) adalah batas maksimum harga penjualan oleh produsen yang ditetapkan oleh bertujuan untuk melindungi konsumen.

Misalnya harga pulpen pada awalnya Rp 2.000 kuantitas yang diperjuallbelikan di pasar adalah 2.000 unit, penerimaan penjual adalah Rp 4.000.000 ( Rp 2.000 x 2.000 ). Akan tetapi pemerintah menetapkan Price Ceiling untuk penjualan pulpen sebesar Rp 1.600/unit. Pada tingkat harga ini kuantitas yang diminta oleh konsumen meningkat menjadi 2.500 unit, namun kuantitas yang ditawarkan oleh produsen hanya 1.200 unit. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya shortage atau Excess Demand sebesar 1.300 unit ( 2.500 – 1.200 ). Penerimaan produsen juga berkurang menjadi Rp 1.920.000 (Rp 1.600 x 1.200). Untuk mengatasi kelebihan permintaan, pemerintah melakukan import atau mendorong usaha-usaha peningkatan produksi.

Kuota, Selain dengan pembelian, pemerintah memengaruhi tingkat harga dengan melakukan kebijaksanaan kuota (pembatasan produksi).

 

6. Pajak dan Subsidi

  • Pajak, Kebijakan penetepan pajak dilakukan oleh pemerintah dengan cara mengenakan pajak yang berbeda-beda untuk berbagai komoditas. Misalnya untuk melindungi produsen dalam negri, pemerintah dapat meningkatkan tarif pajak yang tinggi untuk barang impor. 
  • Subsidi, Pemerintah dapat melakukan intervensi atau campur tangan dalam pembentukan harga pasar yaitu melalui pemberian subsidi. Subsidi biasanya diberikan pemerintah kepada perusahaan-perusahaan penghasil barang kebutuhan pokok. 
  • Tarif dan Kuota, Pada perekonomian yang terbuka (global), harga yang berlaku adalah harga internasional. Bila harga domestik lebih tinggi dari harga internasional biasanya akan melakukan impor. Dalam rangka proteksi terhadap produsen domestik pemerintah dapat menerapkan kebijakan tarif (pajak impor) dan kuota.

 

REFERENSI :

Sadono Sukirno, Pengantar Teori Mikro Ekonomi, Edisi Ketiga, Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2002.

 

Sumber Lain :

http://id.wikipedia.org/wiki/Biaya_peluang

http://en.wikipedia.org/wiki/File:Circular_flow_of_goods_income.png

 

 


EKONOMI MIKRO - PENGERTIAN ILMU EKONOMI DITINJAU DARI BEBERAPA ASPEK

 



Pengertian ilmu ekonomi ditinjau dari beberapa aspek.


Pengertian Ekonomi dan Ilmu Ekonomi Pengertian Ilmu Ekonomi Ekonomi adalah sistem aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi distribusi pertukaran dan konsumsi barang dan jasa. Pengertian Ekonomi Menurut para Ahli Pengertian Ahli Ekonomi adalah salah satu dan bagian dari ilmu sosial yang khusus mempelajari aktivitas.

  1. Ilmu ekonomi merupakan cabang ilmu sosial yang mempelajari berbagai perilaku pelaku ekonomi terhadap keputusan-keputusan ekonomi yang dibuat. Ilmu ini diperlukan sebagai kerangka berpikir untuk dapat melakukan pilihan terhadap berbagai sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas
  2. Suatu ilmu yg mempelajari tingkah laku manusia dalam menggunakan  dan memanfaatkan sumber alam yang ada (yang relatif terbatas) untuk memenuhikebutuhannya
  3. Ilmu ekonomi adalah studi tentang manusia dalam kegiatan hidup mereka sehari-hari, (untuk) mendapat dan menikmati kehidupan.
  4. Ilmu ekonomi adalah studi tentang bagaimana manusia bertingkah pekerti untuk mengorganisasi kegiatan-kegiatan konsumsi dan produksinya.
  5. Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang cara-cara memperbaiki masyarakat

 

Aspek kelangkaan dalam ilmu ekonomi.

  1. Banyaknya permintaan dari pada ketersediaannya barang tersebut
  2. Masih lemahnya koordinasi antar kelompok
  3. Terbatasnya sumber daya alam dan sumber daya manusia

 

Permasalahan ekonomi.

  1. Masalah pengangguran di Indonesia masih menjadi masalah ekonomi utama yang sampai saat ini belum bisa diatasi.
  2. Kondisi infrastruktur ekonomi Indonesia berada pada titik yang nadir. Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi infrastruktur yang ada sudah tidak lagi memadai.
  3. Terbatasnya lahan pekerjaan sehingga menaikkan tingkat pengangguran

 

Biaya oportunitas (opportunity cost)

Dalam ilmu ekonomi biaya peluang atau biaya kesempatan (oportunity cost) adalah biaya yang kita terima bila kita memilih suatu kegiatan. Berbeda dengan biaya sehari-hari, biaya peluang muncul dari kegiatan alternatif yang tidak bisa kita lakukan. Sebagai contoh, misalkan seseorang memiliki uang Rp.10.000.000. Dengan uang sebesar itu, ia memiliki kesempatan untuk bertamasya ke Bali atau membeli sebuah TV. Jika ia memilih untuk membeli TV, ia akan kehilangan kesempatan untuk menikmati keindahan Bali; begitu pula sebaliknya, apabila ia memilih untuk bertamasya ke Bali, ia akan kehilangan kesempatan untuk menonton TV. "Kesempatan yang hilang" itulah yang disebut sebagai biaya peluang.


Barang ekonomi dan barang bebas.

Barang Ekonomi : Makanan, Pakaian, Rumah, Bangunan

Barang Bebas : Matahari, Oksigen, Udara, Air

 

Peranan asumsi dalam metode ilmiah.

Asumsi dapat dikatakan merupakan latar belakang intelektual suatu jalur pemikiran. Asumsi juga dapat diartikan pula sebagai gagasan primitif, atau gagasan tanpa penumpu yang diperlukan untuk menumpu gagasan lain yang akan muncul kemudian (Suhartono, 2000)

 

Model ekonomi siklus aliran berputar (circular flow diagram).




REFERENSI :

Sadono Sukirno, Pengantar Teori Mikro Ekonomi, Edisi Ketiga, Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2002.

 

Sumber Lain :     

http://id.wikipedia.org/wiki/Biaya_peluang

http://en.wikipedia.org/wiki/File:Circular_flow_of_goods_income.png

 

 

 

TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN - PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERESIKO

Pengambilan Keputusan Beresiko Resiko merupakan penyimpangan dari ekspektasi tingkat pengembalian yang diharapkan, pelaku bisnis selalu me...