Jumat, 22 April 2016

MERUBAH JAMAN ATAU DIRUBAH JAMAN

Ini tulisan bagus Rhenald Kasali ....
Selamat Datang Sharing Economy 

17 March, 2016 , by Rumah Perubahan

Senin (14/3) lalu kawasan Balai Kota DKI Jakarta, Istana Negara, dan kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika diserbu ribuan pengemudi taksi.

Mereka berdemo menolak kehadiran taksi yang berbasis aplikasi online. Anda pasti bisa dengan mudah menerka penyebabnya. Iya, penghasilan mereka terpangkas akibat hadirnya taksi berbasis aplikasi. Bahkan sebetulnya bukan hanya taksi itu yang membuat penumpang berpindah. Ojek online merebut sebagian pasar taksi konvensional.

Mereka mengeluh, utang setoran ke perusahaan terus bertambah. Padahal, uang yang dibawa pulang untuk makan anak-istri makin turun. Kita tentu prihatin dengan kenyataan tersebut. Apalagi jumlah pengemudi angkutan umum ini tidak sedikit. Seluruhnya bisa mencapai 170.000-an. Sampai di sini Anda mungkin bergumam: mengapa mereka tidak berubah saja? Ke mana para eksekutifnya? Mengapa mereka membiarkan pasarnya digerus para pelaku bisnis online tanpa berupaya melakukan perubahan internal? Tentu semua ini tak akan mudah.

Sampai di sini adagium perubahan kembali berbunyi: kalau rasa sakit manusia itu belum melebihi rasa takutnya, rasanya belum tentu mereka mau berubah. Maaf, pesan ini berlaku buat kita semua, baik yang sedang duka maupun yang masih gembira. Tapi, supaya fair, kita juga mesti melihatnya dari sisi yang lain, yakni pengemudi taksi berbasis aplikasi dan ojek online .

Mereka juga tengah mencari penghasilan untuk mencukupi kebutuhan anak istrinya. Lalu, pelanggannya juga senang memakai taksi berbasis aplikasi karena serasa naik mobil pribadi dan tarifnya pun murah. Begitu selesai langsung turun. Praktis. Tak pakai bayar-bayaran tunai. Bisnis taksi berbasis aplikasi ini juga punya pesaing. Anda bisa klik www.nebeng.com. Iniaplikasi yang juga mempertemukan pemilik kendaraan pribadi dengan mereka yang membutuhkan angkutan ke arah yang sama.

Tarifnya tak kalah bersaing. Misalnya tarif dari Perumahan Vila Nusa Indah di Bekasi ke Jakarta hanya Rp15.000 sekali jalan. Murah! Para pemilik kendaraan yang rela “ditebengi” ini juga ikut andil dalam mengurangi kemacetan di Jakarta. Ketimbang setiap orang naik mobil pribadi, lebih satu mobil dipakai bersama-sama dengan cara nebeng. Jumlah mobil yang masuk ke Jakarta jadi lebih sedikit.

Pertarungan Business Model

Tapi, mari kita bahas soal perseteruan taksi konvensional vs taksi berbasis aplikasi. Hadirnya taksi berbasis aplikasi, menurut saya, adalah penanda datangnya era crowd business. Apa itu crowd business? Sederhana. Ini bisnis yang kalau Anda mencoba mencari polanya bakal pusing sendiri. Sebab serba tidak jelas. Misalnya, tidak jelas batasan antara produsen dan konsumen. Juga, tidak jelas kreditor dengan debitor.

Siapapun bisa menjadi pemasok Anda, tetapi sekaligus menjadi konsumen Anda. Crowd business kian kencang berputar akibat kemajuan teknologi informasi— yang terutama membuat arus informasi mengalir deras dan sekaligus memangkas biaya-biaya transaksi. Dulu kalau kita mau mencari suatu barang mesti menghabiskan waktu, tenaga dan uang. Kita datang ke beberapa toko, melihat barang, membandingkan harganya, dan melakukan tawar-menawar.

Kalau setuju, baru kita membayar. Kini tidak perlu lagi. Kita cukup berselancar di dunia maya, mencari barang dan membandingkannya, memilih, memesan, lalu membayar. Semuanya bisa dilakukan tanpa kita harus beranjak dari kursi dan dengan biaya nyaris nol. Itu pula yang terjadi dalam perseteruan antara bisnis taksi konvensional vs taksi berbasis aplikasi.

Di bisnis taksi konvensional, kita bukan hanya harus membayar jasa angkutannya, tetapi secara tidak langsung juga mesti menanggung biaya kredit mobilnya, gaji pegawai perusahaan taksinya, biaya listrik dan AC, dan sebagainya. Di bisnis taksi berbasis aplikasi, kita tidak ikut menanggung biaya-biaya tersebut. Jadi, tak mengherankan kalau tarifnya bisa lebih murah. Kolega saya pernah membandingkan.

Untuk rute Cakung ke Halim Perdanakusuma yang samasama di Jakarta Timur, dengan taksi konvensional tarifnya Rp105.000, sementara dengan taksi berbasis aplikasi hanya Rp55.000. Ini jelas pilihan yang mudah buat calon konsumen. Switching cost dalam industri ini amat rendah. Maka terjadilah downshifting. Lalu, bagaimana yang satu bisa lebih mahal ketimbang yang lain? Ini adalah persoalan model bisnis.

Analoginya mirip bisnis penerbangan full service dengan low cost carrier (LCC). LCC mendesain model bisnisnya dengan memangkas berbagai biaya, sehingga tarifnya menjadi lebih murah ketimbang maskapai penerbangan yang full service. Model bisnis inilah yang membuat bisnis taksi era lama bakal segera usang.

Pesaingnya bukan sesama bisnis taksi, melainkan para pembuat aplikasi yang mempertemukan para pemilik mobil pribadi dengan calon konsumen yang membutuhkan jasa angkutan. Selamat datang di peradaban sharing economy. Efisiensi menjadi kenyataan karena kita saling mendayagunakan segala kepemilikan yang tadinya idl

Rabu, 13 April 2016

PERILAKU KONSUMEN - SIKAP, MOTIVASI DAN KONSEP DIRI


Sikap, Motivasi dan Konsep diri

Sikap. Kata sikap (attitude), berasal dari bahasa Italia attitudine yaitu “Manner of placing or holding the body, and Way of feeling, thinking or behaving”. Sikap adalah cara menempatkan atau membawa diri, atau cara merasakan, jalan pikiran, dan perilaku. Berikut ini adalah pengertian sikap dari beberapa para ahli yaitu : Menurut Thomas (1918) dan Znanieck (1974), sikap adalah kondisi mental yang kompleks yang melibatkan keyakinan dan perasaan, serta disposisi untuk bertindak dengan cara tertentu. Konsep sikap sebenarnya pertama kali diangkat ke dalam bahasan ilmu sosial pertama kali oleh Thomas, sosiolog yang banyak menelaah kehidupan dan perubahan sosial, yang menulis buku Polish Peasant in Europe and America: Monograph of an Immigrant Group yang merupakan hasil riset yang dilakukannya bersama Znanieck. Dalam buku tersebut, Thomas dan Znanieck membahas informasi sosiologi dari kedua sudut individualistik dan subjektivistik. Menurut pandangan mereka dua hal yang harus diperhitungkan pada saat membahas kehidupan dan perubahan sosial adalah sikap individu dan budaya objektif (objective cultural).

Motivasi. Kata motivasi berasal dari Bahasa Inggris adalah “Motivation”. Perkataan asalnya ialah “Motive” yang juga telah dipinjam oleh Bahasa Melayu atau Bahasa Malaysia kepada “Motif” yang artinya tujuan. Jadi, motivasi adalah sesuatu yang menggerakan atau mengarahkan tujuan seseorang dalam tindakan-tindakannya secara negatif atau positif untuk mencapai tujuannya. Selain itu, ada tiga elemen utama dalam motivasi antara lain : intensitas, arah, dan ketekunan. Pengertian motivasi menurut beberapa ahli : Menurut Cropley (1985), Motivasi dapat dijelaskan sebagai “tujuan yang ingin dicapai melalui perilaku tertentu”. Menurut Wlodkowski (1985) menjelaskan, motivasi sebagai suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu, dan yang memberi arah dan ketahanan (persistence) pada tingkah laku tersebut. Pengertian ini jelas bernafaskan behaviorisme (teori belajar dan percaya bahwa semua perilaku yang diperoleh sebagai hasil dari pengkondisian).

Konsep Diri. Konsep diri merupakan suatu bagian yang penting dalam setiap pembicaraan tentang kepribadian manusia. Pengertian konsep diri menurut beberapa ahli : Menurut Stuart dan Sudeen (1998), konsep diri adalah semua ide, pikiran, kepercayaan dan pendirian yang diketahui individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain. Hal ini temasuk persepsi individu akan sifat dan kemampuannya, interaksi dengan orang lain dan lingkungan, nilai-nilai yang berkaitan dengan pengalaman dan objek, tujuan serta keinginannya. Menurut Beck, Willian dan Rawlin (1986) menyatakan bahwa, konsep diri adalah cara individu memandang dirinya secara utuh, baik fisikal, emosional intelektual, sosial dan spiritual.

Melalui tindakan dan proses pembelajaran, orang akan mendapatkan kepercayaan dan sikap yang kemudian akan mempengaruhi perilaku pembeli. Kepercayaan adalah suatu pemikiran deskriptif yang dimiliki seseorang tentang sesuatu. Suatu sikap menjelaskan suatu organisasi dari motivasi, perasaan emosional, persepsi dan proses kognitif kepada suatu aspek. Lebih lanjut sikap adalah cara kita berpikir, merasa dan bertindak melalui aspek di lingkungan seperti toko retail, program televisi atau produk. Sikap menuntun orang untuk berperilaku relatif konsisten terhadap objek yang sama.

Menurut Gordon Allpor dalam Hartono Sastro wijoyo(2005), Sikap adalah Mempelajari kecenderungan memberikan tanggapan pada suatu obyek baik disenangi maupun tidak disenangi secara konsisten. Menurut Hawkins (1980), sikap dapat di definisikan sebagai cara kita berfikir, merasakan dan bertindak terhadap beberapa aspek. Kinner dan Taylor (1987) menyatakan bahwa sikap adalah pemandangan individu berdasarkan pengetahuan penilaian dan proses orientasi tindakan terhadap suatu obyek atau gejala.

Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1992), sikap sebagai suatu evaluasi menyeluruh yang menunjukan orang berespon dengan cara menguntungkan atau tidak menguntungkan secara konsisten berkenaan dengan obyek atau alternatif yang diberikan. Sikap dalam kamus marketing (1995) juga di definisikan sebagai kondisi mental atau akal budi tertentu yang mencerminkan suatu pandangan pribadi yang negatif atau positif mengenai suatu obyek atau konsep, atau suatu keadaan acuh tak acuh yang menunjukan titik tengah (mid point) diantara dua titik ataupun dua pokok yang saling berlawanan.


I.  Pengertian Sikap

Melalui tindakan dan proses pembelajaran, orang akan mendapatkan kepercayaan dan sikap yang kemudian akan mempengaruhi perilaku pembeli. Kepercayaan adalah suatu pemikiran deskriptif yang dimiliki seseorang tentang sesuatu. Suatu sikap menjelaskan suatu organisasi dari motivasi, perasaan emosional, persepsi dan proses kognitif kepada suatu aspek. Lebih lanjut sikap adalah cara kita berpikir, merasa dan bertindak melalui aspek di lingkungan seperti toko retail, program televisi atau produk. Sikap menuntun orang untuk berperilaku relatif konsisten terhadap objek yang sama.

Menurut Gordon Allpor dalam Hartono Sastro wijoyo(2005), Sikap adalah Mempelajari kecenderungan memberikan tanggapan pada suatu obyek baik disenangi maupun tidak disenangi secara konsisten. Menurut Hawkins (1980), sikap dapat di definisikan sebagai cara kita berfikir, merasakan dan bertindak terhadap beberapa aspek. Kinner dan Taylor (1987) menyatakan bahwa sikap adalah pemandangan individu berdasarkan pengetahuan penilaian dan proses orientasi tindakan terhadap suatu obyek atau gejala. Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1992), sikap sebagai suatu evaluasi menyeluruh yang menunjukan orang berespon dengan cara menguntungkan atau tidak menguntungkan secara konsisten berkenaan dengan obyek atau alternatif yang diberikan. Sikap dalam kamus marketing (1995) juga di definisikan sebagai kondisi mental atau akal budi tertentu yang mencerminkan suatu pandangan pribadi yang negatif atau positif mengenai suatu obyek atau konsep, atau suatu keadaan acuh tak acuh yang menunjukan titik tengah (mid point) diantara dua titik ataupun dua pokok yang saling berlawanan.


II.  Fungsi Sikap

Sikap mempunyai fungsi sebagai berikut :

1. Fungsi Penyesuaian
Fungsi ini mengarahkan manusia menuju obyek yang menyenangkan atau menjauhi obyek yang tidak menyenangkan. Hal ini mendukung konsep utilitarian mengenai maksimasi hadiah atau penghargaan dan minimisasi hukuman.

2. Fungsi Pertahanan Diri
Sikap dibentuk untuk melindungi ego atau citra diri terhadap ancaman serta membantu untuk memenuhi suatu fungsi dalam mempertahankan diri.

3. Fungsi Ekspresi Nilai
Sikap ini mengekspresikan nilai-nilai tertentu dalam suatu usaha untuk menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam sesuatu yang lebih nyata dan lebih mudah ditampakkan.

4. Fungsi Pengetahuan
Manusia membutuhkan suatu dunia yang mempunyai susunan teratur rapi, oleh karena itu mereka mencari konsistensi, stabilitas, definisi dan pemahaman dari suatu kebutuhan yang selanjutnya berkembanglah sikap ke arah pencarian pengetahuan.

5. Fungsi Utilitarian
Mengacu pada ide bahwa orang mengekpresikan perasaan untuk memaksimalkan hukuman yang mereka terima dari orang lain.

6. Fungsi Pembelaan Ego
Fungsi sikap sebagai pembela ego adalah melindungi orang dari kebenaran mendasar tentang diri sendiri atau dari kenyataan kekejaman dunia luar.

7. Fungsi Pembelaan Ego atau Fungsi Pertahanan Harga Diri
Adalah mekanisme pembelaan orang fanatik yang tidak mau mengakui kegelisahan diri mereka yang paling mendasar.

8. Fungsi Nilai Ekspresif/Fungsi Identitas SoSial
mengacu pada bagaimana seseorang mengekpresikan nilai sentral mereka kepada orang lain.


III.  Komponen Sikap

Ada tiga komponen yang secara bersama-sama membentuk sikap yang utuh (total attitude) yaitu :

1. Kognitif (Cognitive).
Berisi kepercayaan seseorang mengenai apa yang berlaku atau apa yang benar bagi obyek sikap. Sekali kepercayaan itu telah terbentuk maka ia akan menjadi dasar seseorang mengenai apa yang dapat diharapkan dari obyek tertentu.

2. Afektif (Affective)
Menyangkut masalah emosional subyektif seseorang terhadap suatu obyek sikap. Secara umum komponen ini disamakan dengan perasaan yang dimiliki obyek tertentu.

3. Konatif (Conative)
Komponen konatif atau komponen perilaku dalam struktur sikap menunjukkan bagaimana perilaku atau kecenderungan berperilaku dengan yang ada dalam diri seseorang berkaitan dengan obyek sikap yang dihadapi.


IV.  Ciri – Ciri Sikap

Seperti kita ketahui secara umum, bahwa sikap dapat dibagi menjadi dua sifat yaitu sifat negatif dan sifat positif. Sifat negatif menimbulkan kecenderungan untuk menjauh, memberi ataupun tidak menyukai keberadaan suatu objek. Sedangkan sifat positif menimbulkan kecenderungan untuk menyenangi, mendekat, menerima atau bahkan mengharapkan kehadiran objek tertentu. Sikap selain memiliki dua sifat, juga memiliki beberapa ciri-ciri antara lain :
  1. Sikap selalu menggambarkan hubungan subjek dengan objek
  2. Sikap tidak dibawa sejak lahir tetapi “dipelajari” berdasarkan pengalaman dan latihan
  3. Karena sikap dapat “dipelajari” maka sikap dapat diubah meskipun sulit
  4. Sikap tidak menghilang walau kebutuhan sudah terpenuhi
  5. Sikap tidak hanya satu macam saja melainkan sangat beragam sesuai dengan objek yang menjadi pusat perhatiannya.
  6. Dalam sikap tersangkut faktor motivasi dan perasaan.


V.  Sifat - Sifat Sikap

Menurut Wilkie (1990), tipe perilaku konsumen dalam melakukan pembelian dikelompokkan menjadi empat berdasarkan tingkat keterlibatan pembeli dan tingkat keterlibatan diferensiasi merek, yang dijelaskan sebagai berikut :

1. Budget Allocation (Pengalokasian budget)
Pilihan konsumen terhadap suatu barang dipengaruhi oleh cara bagaimana membelanjakan atau menyimpan dana yang tersedia, kapan waktu yang tepat untuk membelanjakan uang dan apakah perlu melakukan pinjaman untuk melakukan pembelian.

2. Product Purchase or Not (Membeli produk atau tidak)
Perilaku pembelian yang menggambarkan pilihan yang dibuat oleh konsumen, berkenaan dengan tiap kategori produk atau jasa itu sendiri.

3. Store Patronage (Pemilihan tempat untuk mendapatkan produk)
Perilaku pembelian berdasarkan pilihan konsumen, berdasarkan tempat atau di mana konsumen akan melaksanakan pembelian produk atau jasa tersebut. Misalnya, apakah lokasi bakery menjadi salah satu faktor yang menentukan konsumen dalam melakukan proses pembelian.

4. Brand and Style Decision (Keputusan atas merek dan gaya)
Pilihan konsumen untuk memutuskan secara terperinci mengenai produk apa yang sebenarnya ingin dibeli.


VI.  Sifat Perilaku Konsumen

1. Consumer Behavior Is Dynamic
Perilaku konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir, merasakan, dan aksi dari setiap individu konsumen, kelompok konsumen, dan perhimpunan besar konsumen selalu berubah secara konstan. Sifat yang dinamis demikian menyebabkan pengembangan strategi pemasaran menjadi sangat menantang sekaligus sulit. Suatu strategi dapat berhasil pada suatu saat dan tempat tertentu tapi gagal pada saat dan tempat lain. Karena itu suatu perusahaan harus senantiasa melakukan inovasi - inovasi secara berkala untuk meraih konsumennya.

2. Consumer Behavior Involves Interactions
Dalam perilaku konsumen terdapat interaksi antara pemikiran, perasaan, dan tindakan manusia, serta lingkungan. Semakin dalam suatu perusahaan memahami bagaimana interaksi tersebut mempengaruhi konsumen semakin baik perusahaan tersebut dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen serta memberikan value atau nilai bagi konsumen.

3. Consumer Behavior Involves Exchange
Perilaku konsumen melibatkan pertukaran antara manusia. Dalam kata lain seseorang memberikan sesuatu untuk orang lain dan menerima sesuatu sebagai gantinya.


VII. Penggunaan Multiatribute Attitude Model Untuk Memahami Sikap Konsumen

1. The attribute – toward - object model :
Digunakan khususnya menilai sikap konsumen terhadap satu kategori produk atau merk spesifik. Hal ini untuk menilai fungsi kehadiran dan evaluasi terhadap sesuatu.Pembentukan sikap konsumen yang dimunculkan karena telah merasakan sebuah objek. Hal ini mempengaruhi pembentukan sikap selanjutnya.

2. The attitude-toward-behavior model
Lebih digunakan untuk menilai tanggapan konsumen melalui tingkah laku daripada sikap terhadap objek. Pembentukan sikap konsumen akan ditunjukan berupa tingkah laku konsumen yang berupa pembelian ditempat itu.

3. Theory of-reasoned-action model
Menurut teori ini pengukuran sikap yang tepat seharusnya didasarkan pada tindakan pembelian atau penggunaan merk produk bukan pada merek itu sendiri tindakan pembelian dan mengkonsumsi produk pada akhirnya akan menentukan tingkat kepuasan.


VIII.  Pentingnya Feeling Dalam Memamahami Sikap Konsumen

Kenapa feeling dalam memahami sikap konsumen penting ?? karena dengan memakai feeling dan logika yang baiklah maka keputusan yang diambil oleh perusahaan akan berbuah manis. Kita harus mengetahui seluk-beluk dari sikap konsumen yang menjadi target penjualan kita. Dengan begitu kita dapat mengetahui apa yang sedang diinginkan atau dibutuhkan oleh konsumen. Dan membuat rencana agar konsumen membeli produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan tersebut

Azwa (1995) menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pembetukan sikap adalah pengalaman pribadi, kebudayaan, orang lain yang dianggap penting, media massa, institusi atau lembaga pendidikan dan lembaga agama, serta faktor emosi dalam individu.
  1. Pengalaman pribadi Middlebrook (dalam Azwar 1995) mengatakan bahwa tidak adanya pengalaman yang dmiliki oleh seseorang dengan suatu objek psikologis, cenderung akan membentuk sikap negative terhadap objek tersebut. Sikap akan lebih mudah terbentuk jika yang dialami seseorang terjadi dalam situasi yang melibatkan emosi, karena penghayatan akan pengalama lebih mendalam dan lebih lama membekas.
  2. Pengaruh orang lain yang dianggap penting individu pada umumnya cenderung memiliki sifat yang konformis atau searah dengan sikap orang yang dianggap penting yang didorong oleh oleh keiinginan untuk berafiliasi dan keinginan untuk menghidari konflik.
  3. Pengaruh Kebudayaan Burrhus Frederic Skin, seperti yang dikutip Azwar sangat menekankan pengaruh lingkungan (termasuk kebudayaan) dalam membentuk pribadi seseorang. Kepribadian merupakan pola perilaku yang konosisten yang menggambarkan sejarah reinforcement yang kita alami (Hergenhandalam azwar, 1995). Kebudayaan memberikan corak pengalaman bagi individu dalam suatu masyarakat. Kebudayaanlah yang menanamkan garis penpgrah sikap individu terhadap berbagai masalah.
  4. Media massa berbagai bentuk media massa seperti televisi, radio, surat kabar, majalah dan lain-lain mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan opini dan kepercayaan orang. Media massa memberikan pesan-pesan yang sugestif yang mengarahkan opini seseorang. Adanya informasi baru mengenai sesuatu hal memberikan landasan kognitif baru bagi terbentuknya sikap terhadap hal tersebut. Jika cukup kuat pesar-pesan sugestif akan memberi dasar efektif dalam menilai sesuatu hal sehingga terbentuklah arah sikap tertentu.
  5. Lembaga pendidikan dan lembaga agama. Lembaga pendidikan serta lembaga agama sebagai sesuatu system mempunyai pengaruh dalam pembentukan sikap dikarenakan keduanya meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam diri individu. Pemahaman akan baik dan buruk, garis pemisah antara sesuatu yang boleh dan tidak boleh dilakukan, diperoleh dari pendidikan dan dari pusat keagamaan serta ajaran-ajarannya. Dikarenakan konsep moral dan ajaran agama sangat menentukan system kepercayaan maka tidaklah mengherankan kalau pada gilirannya kemudian konsep tersebut ikut berperan dalam menentukan sikap individu terhadap sesuatu hal.

IX.  Penggunaan Sikap dan Maksud Untuk Memperkirakan Perilaku Konsumen

Werner dan Pefleur (Azwar, 1995) mengemukakan 3 postulat guna mengidentifikasikan tiga pandangan mengenai hubungan sikap dan perilaku, yaitupostulat of consistency, postulat of independent variation, dan postulate of contigent consistency.

Berikut ini penjelasan tentang ketiga postulat tersebut :

1. Postulat Konsistensi
Postulat konsistensi mengatakan bahwa sikap verbal memberi petunjuk yang cukup akurat untuk memprediksikan apa yang akan dilakukan seseorang bila dihadapkan pada suatu objek sikap. Jadi postulat ini mengasumikan adanya hubungan langsung antara sikap danperilaku.

2. PostulatVariasi Independen
Postulat ini mengatakan bahwa mengetahui sikap tidak berarti dapat memprediksi perilaku karena sikap dan perilaku merupakan dua dimensi dalam diri individu yang berdiri sendiri, terpisah dan berbeda.

3. Postulat Konsistensi Kontigensi
Postulat konsistensi kontigensi menyatakan bahwa hubungan sikap dan perilaku sangat ditentukan oleh faktor-faktor situasional tertentu. Norma-norma, peranan, keanggotaan kelompok dan lain sebagainya, merupakan kondisi ketergantungan yang dapat mengubah hubungan sikap dan perilaku. Oleh karena itu, sejauh mana prediksi perilaku dapat disandarkan pada sikap akan berbeda dari waktu ke waktu dan dari satu situasi ke situasi lainnya. Postulat yang terakhir ini lebih masuk akal dalam menjelaskan hubungan sikap dan perilaku.


X.  Pengertian Motivasi

Motivasi menurut American Encyclopedia adalah kecenderungan (suatu sifat yang merupakan pokok pertentangan) dalam diri sesoerang yang membangkitkan topangan dan tindakan. Motivasi meliputi factor kebutuhan biologis dan emosional yang hanya dapat diduga dari pengamatan tingkah laku manusia.

Dengan demikian motivasi dapat diartikan sebagai pemberi daya penggerak yang menciptakan kegairahan seseorang agar mereka mau bekerjasama,bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala upayanya untuk mencapai kepuasan.motivasi konsumen adalah keadaan di dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan guna mencapai suatu tujuan. Dengan adanya motivasi pada diri seseorang akan menunjukkan suatu perilaku yang diarahkan pada suatu tujuan untuk mencapai sasaran kepuasan. Jadi motivasi adalah proses untuk mempengaruhi seseorang agar melakukan sesuatu yang diinginkan.

Motivasi konsumen yang dilakukan oleh produsen sangat erat sekali berhubungan dengan kepuasan konsumen. Untuk itu perusahaan selalu berusaha untuk membangun kepuasan konsumen dengan berbagai kebutuhan dan tujuan dalam konteks perilaku konsumen mempunyai peranan penting karena motivasi timbul karena adanya kebutuhan yang belum terpenuhi dan tujuan yang ingin dicapai.kebutuhan menunjukkan kekurangan yang dialami seseorang pada suatu waktu tertentu. Kebutuhan dipandang sebagai penggerak atau pembangkit perilaku. Artinya jika kebutuhan akibat kekurangan itu muncul, maka individu lebih peka terhadap usaha motivasi para konsumen.

XI.  Dinamika Proses Motivasi

Proses motivasi :
  1. Tujuan. Perusahaan harus bias menentukan terlebih dahulu tujuan yang ingin dicapai, baru kemudian konsumen dimotivasi ke arah itu.
  2. Mengetahui Kepentingan. Perusahaan harus bisa mengetahui keinginan konsumen tidak hanya dilihat dari kepentingan perusahaan semata
  3. Komunikasi Efektif. Melakukan komunikasi dengan baik terhadap konsumen agar konsumen dapat mengetahui apa yang harus mereka lakukan dan apa yang bisa mereka dapatkan.
  4. Integrasi Tujuan. Proses motivasi perlu untuk menyatukan tujuan perusahaan dan tujuan kepentingan konsumen. Tujuan perusahaan adalah untuk mencari laba serta perluasan pasar. Tujuan individu konasumen adalah pemenuhan kebutuhan dan kepuasan.kedua kepentingan di atas harus disatukan dan untuk itu penting adanya penyesuaian motivasi.
  5. Fasilitas. Perusahaan memberikan fasilitas agar konsumen mudah mendapatkan barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan.


XII.     Kegunaan dan Stabilitas Pola Motivasi

Motivasi menurut American Encyclopedia adalah kecenderungan (suatu sifat yang merupakan pokok pertentangan) dalam diri sesoerang yang membangkitkan topangan dan tindakan. Motivasi meliputi factor kebutuhan biologis dan emosional yang hanya dapat diduga dari pengamatan tingkah laku manusia.

Dengan demikian motivasi dapat diartikan sebagai pemberi daya penggerak yang menciptakan kegairahan seseorang agar mereka mau bekerjasama,bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala upayanya untuk mencapai kepuasan.motivasi konsumen adalah keadaan di dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan guna mencapai suatu tujuan.

Dengan adanya motivasi pada diri seseorang akan menunjukkan suatu perilaku yang diarahkan pada suatu tujuan untuk mencapai sasaran kepuasan. Jadi motivasi adalah proses untuk mempengaruhi seseorang agar melakukan sesuatu yang diinginkan. Motivasi konsumen yang dilakukan oleh produsen sangat erat sekali berhubungan dengan kepuasan konsumen. Untuk itu perusahaan selalu berusaha untuk membangun kepuasan konsumen dengan berbagai kebutuhan dan tujuan dalam konteks perilaku konsumen mempunyai peranan penting karena motivasi timbul karena adanya kebutuhan yang belum terpenuhi dan tujuan yang ingin dicapai.kebutuhan menunjukkan kekurangan yang dialami seseorang pada suatu waktu tertentu. Kebutuhan dipandang sebagai penggerak atau pembangkit perilaku. Artinya jika kebutuhan akibat kekurangan itu muncul, maka individu lebih peka terhadap usaha motivasi para konsumen.



XIII.  Tujuan Memotivasi

Tujuan motivasi konsumen :
  1. Meningkatkan kepuasan
  2. Mempertahankan loyalitas
  3. Efisiensi
  4. Efektivitas
  5. menciptakan suatu hubungan yang harmonis antara produsen atau penjual dengan pembeli atau konsumen.


XIV. Memahami Kebutuhan Konsumen

Kebutuhan konsumen dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
  1. Fisiologis. Dasar-dasar kelangsungan hidup, termasuk rasa lapar, haus dan kebutuhan hidup lainnya.
  2. Keamanan. Berkenaan dengan kelangsungan hidup fisik dan keamanan
  3. Afiliasi dan Pemilikan. Kebutuhan untuk diterima oleh orang lain, menjadi orang penting bagi mereka.
  4. Prestasi. Keinginan dasar akan keberhasilan dalam memenuhi tujuan pribadi
  5. Kekuasaaan. Keinginan untuk emndapat kendali atas nasib sendiri dan juga nasib orang lain
  6. Ekspresi Diri. Kebutuhan mengembangkan kebebasan dalam ekspresi diri dipandang penting oleh orang lain.
  7. Urutan dan Pengertian. Keinginan untuk mencapai aktualisasi diri melalui pengetahuan, pengertian, sistematisasi dan pembangunan system lain.
  8. Pencarian Variasi. Pemeliharaan tingkat kegairahan fisiologis dan stimulasi yang dipilih kerap diekspresikan sebagai pencarian variasi
  9. Atribusi Sebab - Akibat. Estimasi atau atribusi sebab-akibat dari kejadian dan tindakan.

  
REFERENSI :
Peter dan Olson, 1996. Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran. D. Sihombing (penerjemah). Consumen Behavior. Gelora Aksara Pratama. Jakarta.
Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc, 2011.  Perilaku Konsumen. Ghalia Indonesia
Sumarwan, U.  2004. Perilaku Konsumen. Ghalia Indonesia. Jakarta
Budiarto, Teguh (1993). Seri Diktat Kuliah : Dasar Pemasaran. Jakarta : Universitas Gunadarma.

Sumber Lain :
https://delviadelvi.wordpress.com/2011/01/20/sikap-motivasi-dan-konsep-diri-terhadap-perilaku-konsumen/
https://hidayatiutami.wordpress.com/2015/11/24/bab-7-sikap-motivasi-dan-konsep-diri/
http://nuriekaw.blogspot.co.id/2015/01/tugas-4-sikap-motivasi-dan-konsep-diri_6.html
http://ulfahamelia.blogspot.co.id/2015/10/perilaku-konsumen-mengenai-sikap.html






Kewirausahaan - Jasa Laundry Rumahan


Semakin berkurangnya waktu di rumah dan kelangkaan pembantu rumah tangga di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya kebersihan telah menciptakan paradigma baru di sektor tersebut.

Sebagian orang mencuci pakaian kotor, sudah menjadi aktivitas rutin yang di lakukan setiap pekan. Tapi ada juga yang tidak mempunyai banyak waktu untuk sekedar mencuci pakaiannya. Hal inilah yang bisa Anda ambil sebagai peluang usaha membuka usaha jasalaundry pakaian.

Perkembangan teknologi yang semakin canggih serta padatnya aktivitas masyarakat perkotaan, membuat membuat mereka mereka malas untuk melakukan pekerjaan rumah tangga. Mereka ingin menghemat waktu, tenaga serta tidak mau repot-repot. Selain itu mereka juga menginginkan pakaian bersih dan wangi. Nah dengan usaha laundry semua itu dapat didapatkan dengan biaya yang relatif murah.

Dengan melihat kondisi di atas Anda bisa membuka usaha jasa laundry. Mengingat banyaknya orang yang ingin mengunakan jasa ini, sehingga ada kemungkinan di masa depan usaha ini akan berkembang dengan pesat. Lalu bagaimana cara membuka usaha jasa laundry agar sukses dan bisa bertahan lama.

Bisnis jasa kebersihan (cleaning service) dan laundry di Tanah Air makin menjanjikan seiring perubahan gaya hidup masyarakat di kota-kota besar.

"Pertumbuhan ekonomi telah mendorong perubahan gaya hidup di Indonesia, terutama di kota-kota besar. Perubahan gaya hidup ini menciptakan kesempatan usaha baru di sektor tersebut, Jasa cleaning service residensial misalnya, berkembang di Jakarta, terutama di wilayah pemukiman padat kelas menengah. Hal ini dipicu pertumbuhan apartemen yang lahannya terbatas dengan sumber daya manusia yang juga semakin minim. "Saat ini semakin banyak perusahaan cleaning service residensial yang biasanya dikelola secara internal oleh pengelola gedung. Artinya, kesempatan untuk mengembangkan bisnis ini masih terbuka,.

I. TENAGA KERJA 

Kenaikan upah buruh nasional yang mencapai angka 40 persen membuat usaha laundry dan cleaning service berpikir lebih keras untuk mencari solusi efisien dalam menekan biaya produksi dan operasi. Pasalnya industri yang bergantung pada sumber daya manusia ini mengeluarkan 80 persen biayanya untuk membayar upah buruh.

Pertumbuhan jasa laundry dan cleaning service yang semakin naik pun membuat kebutuhan akan tenaga kerja semakin naik. Hal ini tidak diiringi dengan naiknya kemampuan para pekerja, karena minimnya edukasi yang mendukung sektor industri laundry dan cleaning service di Indonesia.


Naiknya angka pertumbuhan pariwisata dan hotel, juga rumah sakit di Indonesia sangat memicu pertumbuhan usaha laundry dan cleaning service. Seiring dengan semakin pesatnya pertumbuhan industri properti, hospitality (hotel dan rumah sakit) dan layanan publik seperti pusat perbelanjaan, juga sekolah di Indonesia.

II. TEKNOLOGI

"Teknologi pendukung sudah banyak, tapi kebutuhan tenaga kerja juga semakin besar, akan digelar "Expo Clean dan Laundry 2014" pada 27-29 Maret di Jakarta International Expo Kemayoran. Pameran dagang yang akan menampilkan berbagai produk dan solusi kebersihan ini akan menghadirkan perusahaan kelas dunia di bidang jasa kebersihan seperti Kannegiesser, Jensen, Milnor, Image, Electrolux, Gilbaur, Sailstar sebagai perusahaan penyedia teknologi mesin. Akan hadir pula pemain dari sektor solusi kebersihan seperti Ecolab, Sealed Air Diversey, Seitz, dan iClean.

Pameran laundry yang pertama di ASEAN, Expo Clean and Laundry ini diharapkan dapat menjadi sarana dan ajang pertemuan para pelaku usaha yang membutuhkan informasi tentang perkembangan produk dan solusi terbaru, termasuk untuk melihat perkembangan teknologi di bidang clean and laundry.

III. PERENCANAAN USAHA 

1. Prospek Jasa Laundry
Usaha laundry kiloan semakin berkembang di berbagai lokasi dikota-kota besar dan daerah, terutama yang berdekatan dengan kampus, kos-kosan mahasiswa/mahasiswi dan perkatoran. 

Menggunakan jasa laundry kiloan sudah menjadi gaya hidup masyarakat saat ini dengan berbagai alasan, ingin serba praktis, karena kesibukan baik sebagai mahasiswa maupun pekerja kantoran.


Bahkan ada juga ibu rumah tangga yang menggunakan jasa laundry kiloan ini. Dilaundry kiloan banyak menyediakan jasa, dimulia dari cuci, sterika dan tentunya dengan harga yang berbeda. Prospek usaha laundry Kiloan ini akan meningkat dari tahun ketahun.

2. Prosentasi  Potensi Pasar Laundry Kiloan


  • Mahasiswa (48%)
  • Pekerja (32%)
  • Rumah Tangga (16%)
  • Dan lain-lain (4%)
Dari data diatas bahwa yang menggunakan jasa laundry kiloan kebanyakkan adalah mahasiswa dan selanjutnya pekerja, artinya apa? Rata-rata penguna jasa laundry ini adalah mereka yang mempunyai kesibukan sehari-hari. Keuntungan usaha laundry kiloan  minimal  15% ~ 25%.

Ini merupakan peluang usaha rumahan yang bagus untuk dijalani dan memiliki prospek usaha yang cerah. Dari keterangan diatas berarti anda harus mencari tempat yang sangat strategis dan mudah dijangkau oleh kebanyakan mahasiswa dan pekerja.

Untuk sukses dalam menjalankan usaha laundry, tentunya anda harus melakukan manajemen yang bagus dan hal yang paling terpenting adalah anda harus bisa memberikan pelayanan yang baik.

Modal yang digunakan tidak terlalu besar, tidak membutuhkan tempat yang luas, banyak juga loh pengusaha yang sukses dibidang ini dengan bermodal kecil. Dengan semua kelebihan usaha laundry,  tidaklah heran bila banyak pelaku usaha baru  yang  berminat  untuk  memulai  usaha  laundry  kiloan ini.

3. Perkiran Modal Usaha Jasa Laudry Kiloan

Usaha laundry bisa dimulai dengan modal 4 s/d 5 jutaan atau anda juga bisa menghemat jika anda bisa memanfaatkan barang-barang yang sudah ada. Berikut ini hitung-hitungan asumsi biaya usaha laundry kiloan.

4. Rincian modal awal pembukaan usaha laundry kiloan :


Kebutuhan
Jumlah
Spanduk 2M
Rp. 60.000
Tag Gun + Tag Pin 1 box + Kain Keras 1 m
Rp. 35.000
Sikat Baju + Gilesan + Sprayer + Selang 10 m
Rp. 100.000
Ember besar 3 buah
Rp. 75.000
Hanger Plastik 2 gross + Jepitan Baju
Rp. 200.000
Tali Rafia 3 gulung + Paku 2 kg
Rp. 30.000
Rak besi siku komplit
Rp. 300.000
Gaji 1 orang Pegawai
Rp. 500.000/ bulan   (Disesuaikan)
Uang Kas
Rp. 500.000
Timbangan 15 kg
Rp. 75.000
Plastik + Hanger besi 10 buah
Rp. 100.000
Setrika 1 buah + Alas gosok + Terminal + Kabel
Rp. 100.000
Mesin Cuci Sanken 1 tabung otomatik 8 kg
Rp. 2.500.000
Mesin Pengering cash
Rp. 2.550.000
Detergen + Pewangi + Kispray + Refill Kispray + Bayclin
Rp. 200.000

Untuk rincian modal silahkan disesuaikan dengan ditempat masing-masing.

Administrasi :
1.      Pena, Nota, Laporan Kas, Kertas Karbon, Buku
2.      Dispenser Selotip + Selotip + Isi Staples, Dll = Rp. 100.000
Total Keseluruhan :  Rp. 7.425.000

 


5. Memulai Usaha Laundry Kiloan
Bila Anda ingin membuka usaha laundry kiloan modal awal yang di butuhkan tidaklah terlalu besar. Anda bisa mengamati perkembangan bisnisnya, jika mengalami grafik yang selalu meningkat, maka Anda bisa mengembangkan bisnis ini lebih besar lagi.

Dengan hanya modal satu mesin cuci dan juga ruangan kecil untuk tempat pelanggan menerima atau menyerahkan pakaian yang ingin dicuci maka usaha ini sebenarnya sudah bisa berjalan.

6. Beberapa Hal Yang Harus Dipersiapkan Sebelum Membuka Usaha Laundry Kiloan
Untuk menjalankan bisnis ini agar bisa berjalan dengan baik, Anda harus memiliki pengetahuan tentang jenis kain, jenis noda dll. Berikut hal yang perlu Anda perhatikan sebelum membuka bisnis laundry kiloan.
  1. Anda harus tahu cara mencuci pakaian dengan baik. Mengetahui berbagai jenis kain, serta bagaimana cara mencuci dan mengeringkan dengan baik.
  2. Kenali jenis noda yang menempel pada pakaian Anda, gunakan sabun pembersih yang tepat agar bisa membersihkan noda tanpa merusak warna kain.
  3. Gunakan peralatan yang sesuai dengan besar usaha yang Anda jalankan. Jika Anda baru saja memulai usaha jasa laundry, sebaiknya mengunakan peralatan yang seadanya saja yang terpenting pakaian yang di laundry bisa bersih dan juga rapi.
  4. Hitung berapa tenaga kerja yang dibutuhkan untuk membuka bisnis ini. Menggunakan tenaga kerja secara efektif akan membantu Anda dalam menghemat biaya operasional.
  5. Siapkanlah biaya untuk operasional tiga bulan kedepan. Hitung biaya operasional seperti bayar listrik, sewa tempat usaha, biaya untuk membeli deterjen dan air harus diperhitungkan dengan baik.
7. Rintangan Dalam Menjalankan Usaha Laundry Kiloan
Setiap menjalankan sebuah usaha hambatan dan juga rintangan bisa datang sewaktu-waktu. Tidak menutup kemungkinan halangan itu juga menimpa bisnis laundry Anda. Berikut ini beberapa halangan-halangan yang biasanya menimpa usaha jasa laundry.
  1. Banyaknya kompetitor yang membuka usaha serupa. Persaingan dalam bisnis adalah hal yang biasanya, oleh karena itu menjaga hubungan baik dengan pelanggan harus tetap dijaga. Berikan pelayanan yang baik agar pelanggan puas dan mau balik lagi.
  2. Pelanggan biasanya meminta waktu pengerjaan yang cepat. Maka dari itu bila dalam kondisi yang ramai maka perlu mengatur waktu agar tidak mengganggu pelayanan terhadap pelanggan.
  3. Masyarakat yang sudah mempunyai mesin cuci sendiri, sehingga mengurangi potensi pelanggan Anda.
8. Startegi Dalam Menjalankan Usaha Laundry Kiloan

a. Pilihlah Lokasi Yang Tepat
Untuk menjalankan bisnis apapun lokasi merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam pemasaran. Begitu juga usahalaundry, pemilihan lokasi yang baik akan menentukan bisnis Anda ramai atau tidak. Untuk usaha jasalaundry pilihlah lokasi-lokasi yang dekat dengan sekolah, kampus, atau kontrakan.

Hal itu dikarenakan biasanya orang yang tinggal di lokasi itu tidak mempunyai banyak waktu untuk melakukan aktivitas mencuci, oleh karenanya biasanya mereka lebih memilih untuk mengunakan jasa laundry.

b. Sesuaikan Harga Jasa Laundry Kiloan
Sebelum membuka usaha ada baiknya Anda melakukan riset sederhana untuk mengetahui harga pasaran untuk usaha jasa ini. Anda bisa melihat berapa harga yang ditawarkan oleh kompetitor. Buatlah harga yang sesuai dengan pelayanan yang Anda berikan terhadap pelanggan. Pada dasarnya pelanggan tidak akan merasa keberatan dengan membayar sedikit lebih mahal asal mereka puas dengan pelayanan yang Anda berikan.

c. Berikan Pelayanan Ekstra
Bila sudah ada banyak yang membuka bisnis serupa Anda harus mempunyai faktor pembeda dari yang lain. Berikanlah pelayanan ekstra seperti memberikan pilihan minyak wangi, anti kusut, pelayanan antar jemput.

Selain itu dalam usaha jasa laundry ketepatan waktu adalah hal yang mutlak Anda jaga. Jangan sampai pelanggan Anda kecewa karena pakaian yang mereka cuci tidak diselesaikan dengan tepat waktu. Buatlah pelanggan Anda cinta mati agar tidak berpindah ke kompetitor.

d. Perhatikan Kualitas
Pelajari teknik-teknik mencuci agar pakaian tidak kusam dan luntur. Hal ini penting bila hasil cucian baik, bersih dan wangi makacostumer akan kembali lagi ke tempat Anda.

e. Rekruit Tenaga Kerja Yang Tepat
Rekrut karyawan yang sesuai dengan bidang yang akan dikerjakan. Pisahkan antara karyawan bagian administrasi dengan bagian cuci, agar waktu kerja mereka bisa efektif. Untuk penambahan karyawan diperlukan bila usaha jasa laundry kiloan Anda sudah berkembang. Sedangkan diawal usaha mungkin semua pekerjaan bisa di handle oleh satu orang.

9. Tips Membuka Usaha Laundry Kiloan Dengan Modal Kecil Agar Hemat
1.   Gunakan tempat yang sudah ada, jika tempat kurang strategis cari lah tempat yang strategis sebagai simbol usaha anda.
2.      Manfaatkan pasilitas yang sudah ada dirumah anda.
3.      Beri pelayanan yang baik, seperti hasil cucian bisa diantar ke alamat, pelayanan yang bagus, terutama ramah-tama.
4.      Manajemen yang tersusun baik

10. Peluang Kerja dan Usaha :
Pemda DKI Jakarta dapat memberikan lahan pekerjaan alternative kepada Wagra Eks Kalijodo dengan membina dan memberikan modal usaha untuk Jasa laundry cleaning, dengan membuka usaha di Rusunawa dan tempat lainnya.





Contoh Usaha :

Jasa Insdutri Laundry ( Orchid BranD Laundry Cleanique ) Kebutuhan akan jasa dan atau fasilitas laundry di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat seiring berkembangnya hotel, rumah sakit, spa, usaha laundry dan lain-lain. Persaingan di dunia bisnis tersebut semakin kompetitif. Jasa laundry sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat luas, namun kami yakin mereka membutuhkan pelayanan dengan fasilitas yang terbaik & hasil yang memuaskan.

Kualitas dan kemampuan bersaing dari jasa penyedia jasa laundry tergantung dari kualitas, kapasitas dan kelengkapan mesin yang ada. Diantaranya, keuntungan secara investasi, biaya operasional yang hemat,Equipment Laundry terawat dan hemat waktu. Salah satu kunci sukses dalam menjalankan jasa bisnis laundry tentu saja terkait dengan pelayanan (service) selain kualitas jasa laundry yang dihasilkan, untuk itu pastikan bahwa tenaga SDM anda merupakan tenaga yang terlatih dengan mendapat bekal pelatihan yang cukup agar dapat memberikan peyanan prima pada pengguna jasa laundry Anda sehingga loyalitas konsumen yang merupakan asset Anda dapat selalu terjaga. Bagi Anda yang memiliki jiwa enterpreneuer ataupun memiliki niat dan semangat sebagai pengusaha maka Anda bisa mempelajari dan memilih beberapa tawaran paket bisnis laundry industri dari Kami.

Adalah Orchid BranD Laundry Cleaniqueselaku penyedia jasa paket usaha laundry industry yang  isi paketnya lebih lengkap dengan peralatan mesin-mesin karya anak bangsa yang sudah memenuhi standar ISO sehingga tidak kalah atau bahkan lebih unggul dari produk import. Bukan hanya dalam kualitas dan harga, tetapi kemudahan mendapatkan sparepart, service center dan kemudahan lainnya menjadikan produk pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan laundry Industri di Indonesia. Tujuan OrchiD BranD Laundry Cleanique adalah ingin membantu mitra untuk memberikan dan menyediakan peralatan, perlengkapan,  pelatihan & perawatan secara paket dengan kualitas terbaik dan harga bersaing sehingga target Pengembalian Investasi (ROI)bisa tercapai dengan cepat.

Alasan Memilih Kami Sebagai Mitra Bisnis Anda
  1. Sistem terbaik “Bussines Opportunity” TANPA FRANCHISE FEE & TANPA ROYALTI FEE, 100% KEUNTUNGAN MILIK ANDA.
  2. OrchiD BranD merupakan produsen chemical laundry terkemuka yang sudah melaui Uji Laboratorium Departemen Kesehatan dan terbukti sebagai chemical yang ECO GREEN / ECO FRIENDLY, ramah terhadap lingkungan maupun penggunanya. Chemical laundry memegang peranan penting dalam proses & hasil akhir laundry. Kami akan set up dengan menekan biaya produksi serendah-rendahnya dengan tidak mengurangi hasil atau kualitas jasa laundry.
  3. Mitra OrchiD BranD tersebar di seluruh Indonesia baik itu Mitra BO, Agen & Distributor. Hal ini akan memudahkan anda untuk melakukan proses verifikasi mengenai track record kami berkaitan dengan bisnis laundry.
  4. Nama OrchiD BranD sudah dikenal luas, sehingga tingkat keberhasilan outlet akan lebih
  5. Pengalaman OrchiD BranD dalam menangani bisnis laundry bertahun-tahun dengan didukung oleh tenaga terampil, terlatih dan profesional.
  6. Sistem manajemen & operasional yang mudah diaplikasikan.
  7. Pelatihan terpadu sampai dengan pendampingan Grand Opening Outlet oleh Team OrchiD BranD.
  8. Full Support selama masa kontrak kerjasama, meliputi : jasa konsultasi, problem solving, marketing plan, special design media promo, proposal penawaran instansi, dll.
  9. Peralatan laundry karya anak bangsa yang sudah Standar ISO dengan kualitas international & bergaransi dengan layanan purna jual.
  10. Garansi balik modal / ROI (Return Of Investment).

Peluang Kerja dan Usaha :
Pemda DKI Jakarta dapat memberikan lahan pekerjaan alternative kepada Wagra Eks Kalijodo dengan membina dan memberikan modal usaha untuk Jasa laundry cleaning, dengan membuka usaha di Rusunawa dan tempat lainnya.

http://www.beritasatu.com/ekonomi/256382-bisnis-jasa-cleaning-service-dan-laundry-makin-menjanjikan.html
https://www.peluangusahalaundry.com/paket-laundry-industri
http://sarungpreneur.com/cara-membuka-usaha-laundry-kiloan-modal-kecil/



TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN - PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERESIKO

Pengambilan Keputusan Beresiko Resiko merupakan penyimpangan dari ekspektasi tingkat pengembalian yang diharapkan, pelaku bisnis selalu me...