Selasa, 14 Maret 2023

MANAJEMEN SEKOLAH - RUANG LINGKUP MANAJEMEN SEKOLAH

Ruang Lingkup Manajemen Sekolah

 




Pengertian Manajemen dan Empat Fungsi Dasar Manajemen – Setiap organisasi memiliki berbagai sumber daya yang harus dikelola oleh manajemen yang  profesional agar sumber daya tersebut dapat memberikan konstribusi yang paling maksimal terhadap pencapaian tujuan organisasinya. Secara definisi, Manajemen dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan (termasuk perencanaan dan pembuatan keputusan, pengorganisasian, pimpinan dan pengendalian) yang diarahkan pada sumber daya organisasi (tenaga kerja, keuangan, fisik dan informasi) yang bertujuan untuk mencapai sasaran organisasi dengan cara yang efisien dan efektif  (Menurut R.W. Griffin dalam bukunya yang berjudul Management, 2013:5).

 

Pengertian Manajemen menurut para Ahli

Pengertian Manajemen menurut Sawaldjo Puspopranoto (2006:99), Manajemen adalah Proses untuk mencapai tujuan organisasi dengan bekerja bersama dan melalui orang-orang dan sumber daya organisasi lainnya.

Pengertian Manajemen menurut Malayu S.P. Hasibuan (2000:2), Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efiesien untuk mencapai satu tujuan.

Pengertian Manajemen menurut T. Hani Handoko (2000:10), Manajemen adalah bekerja dengan orang-orang untuk menentukan, menginterpretasikan, dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, penyusunan personalia, pengarahan, kepemimpinan dan pengawasan.

Pengertian Manajemen menurut Richard L. Daft (2002:8), Manajemen adalah pencapaian sasaran-sasaran organisasi dengan cara yang efektif dan efisien melalui perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian sumber daya organisasi.


Pengertian Manajemen,

Pengertian Manajemen (Definition of Management) 

Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa italia (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan,” terutamanya “mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa latin manus yang berati “tangan”. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia.  Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. 


Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. 


Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman. 


Pendapat lain menjelaskan : Manajemen : “keahlian untuk menggerakan orang untuk melakukan suatu pekerjaan” (the art of getting thing done through people) (Lawrence A. Appley, American Management Association).


Manajemen : “seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengontrolan dari pada “human and natural resources” untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu”.(oey Liang Gie, Guru besar manajemen UI)


Manajemen sebagai “proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan : perencanaan, pengorganisasian, menggerkan dan pengawasan yang dialkukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber-sumber lain”. (George R. Terry, Ph.D)


Menurut pengertian yang pertama, yakni manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda definisi yang diberikan oleh para ahli. Untuk memperlihatkan tata warna definisi manajemen menurut pengertian yang pertama itu, dikemukakan tiga buah definisi.
Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.
Selanjutnya,  manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.

Menurut pengertian yang kedua, manajemen adalah kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan kata lain, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut manajemen.

Menurut pengertian yang ketiga, manajemen adalah seni (Art) atau suatu ilmu pnegetahuan. Mengenai inipun sesungguhnya belum ada keseragaman pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemen adalah seni dan segolongan yang lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu. Sesungguhnya kedua pendapat itu sama mengandung kebenarannya.


Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.

 

Manajemen juga adalah suatu ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan atau dalm kata lain seni adalah kecakapan yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan pengetahuan manajemen.


Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa Pengertian  Manajemen  adalah  ilmu dan  seni  yang  mengatur proses pemanfaatan  sumber daya manusia    dan      sumber - sumber    lain    secara  efektif dan efisien untuk mencapai tujuan.

 

Konsep Dasar Manajemen

  • Manajemen sebagai ilmu - Suatu ilmu pengetahuan (science) yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama untuk mencapai tujuan.
  • Manajemen sebagai seni - Manajemen adalah seni untuk mencapai hasil yang maksimal dengan usaha yang minimal.
  • Manajemen sebagai profesi - Manajemen sebagai profesi merupakan suatu bidang pekerjaan yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki keahlian dan keterampilan sebagai pemimpin atau manajer pada suatu organisasi/suatu perusahaan tertentu.
  • Manajemen sebagai proses  - Manajemen adalah proses yang khas terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, dimana dalam masing-masing bidang tersebut digunakan ilmu pengetahuan dan keahlian serta diikuti secara berurutan dan tujuan yang telah ditetapkan. 


Hakikat Manajemen

  • Proses kerja dengan dan atau melalui (mendayagunakan) orang lain untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan  efisien.
  • Aspek utama manajemen sebagaimana diungkapkan everard dan morris adalah “menyusun arah, tujuan dan sasaran” orientasi cita-cita yang jelas merupakan pusat bagi pendekatan-pendekatan teoritis dalam manajemen pendidikan, seperti yang akan kita lihat nanti. Dua contoh berikut mengilustrasikan poin ini :
  • Mendefinisiskan tujuan adalah fungsi utama administrasi (Culberston, 1983, dikutip dari Bush, 1995, hal. 1)
  • Sebuah organisasi  dibangun untuk mencapai cita-cita atau sasaran melalui aktivitas kelompok (Cyert, 1975, dikutip dari Bush, 1995, hal. 2).
  • Secara umum, mendefinisikan tujuan dalam   pendidikan merupakan hal yang sederhana ; terkait dengan pembelajaran.
  • Tujuan manajemen pendidikan adalah untuk memfasilitasi pembelajaran siswa sebagai sebuah bentuk proses pembelajaran.

 

Pentingnya manajemen yang efektif dalam organisasi pendidikan semakin banyak mendapatkan pengakuan dari berbagai pihak. Sekolah dan perguruan tinggi akan lebih efektif dalam memberikan pendidikan kepada siswa atau mahasiswanya jika mereka ter-manage dengan baik. Penelitian tentang efektifitas sekolah dan perbaikan sekolah di beberapa Negara menunjukkan bahwa mutu kepemimpinan dan menajemen merupakan salah satu variabel terpenting untuk membedakan sekolah yang berhasil dan yang tidak  (sammon et. al.,1994).

 

Fungsi Manajemen,

Berdasarkan definisi diatas, jelas bahwa Manajemen dalam sebuah organisasi memiliki 4 Fungsi Dasar yaitu Perencanaan dan Pembuatan Keputusan, Pengorganisasian, Pimpinan dan Pengendalian yang digunakan untuk mengelola sumber daya organisasinya sehingga mencapai sasaran yang ditentukan secara efektif dan efisien. Berikut ini adalah pembahasan singkat mengenai 4 Fungsi Dasar Manajemen.

  1. Perencanaan - Dalam definisi tersebut mengatakan bahwa fungsi dasar pertama dari Manajemen adalah Perencanaan dan Pembuatan keputusan. Pada dasarnya, Perencanaan atau Planning adalah menentukan Tujuan Organisasi dan memutuskan cara yang terbaik untuk mencapainya. Sedangkan Pembuatan Keputusan adalah bagian dari Perencanaan yang berkaitan dalam memilih langkah-langkah atau tugas yang harus dilakukan untuk mencapai sasaran organisasinya. Dalam perencanaan harus memiliki batas waktu hingga kapan tugas-tugas tersebut harus dilaksanakan dan siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut.
  2. Pengorganisasian - Setelah membuat perencanaan dan menetapkan langkah-langkah ataupun tugas-tugas untuk mencapai sasaran organisasi, fungsi manajemen selanjutnya adalah mengorganisir orang-orang yang tepat dan sumber daya lainnya untuk menjalankan perencanaan yang ditetapkan. Pada dasarnya, yang dimaksud dengan Pengorganisasian (Organizing) adalah  mendelegasikan tugas-tugas yang telah ditetapkan dalam perencanaan kepada individu ataupun kelompok yang terdapat dalam organsasi yang bersangkutan. Dalam fungsi Pengorganisasian terdapat pengelompokan kegiatan dan penyusunan Struktur Organisasi serta menjelaskan fungsi-fungsi dari setiap bagian dan sifat hubungan antara bagian-bagian tersebut dalam Struktur organisasi tersebut.
  3. Pimpinan - Setelah menetapkan Perencanan dan mengorganisir sumber daya yang diperlukan, Fungsi ketiga Manajemen adalah Pemimpinan (Leading) atau ada yang menyebut fungsi manajemen ini sebagai Pengarahan (Directing). Pemimpinan (Leading) dalam Manajemen adalah serangkaian proses yang digunakan agar setiap anggota yang berada dalam organisasi dapat bekerjasama dalam mencapai sasaran organisasi. Seorang Manajer harus dapat menuntun, mengarahkan, menggerakan dan memotivasi serta mempengaruhi bawahan agar dapat melakukan tugas-tugas yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan/sasaran organisasi.
  4. Pengendalian - Fungsi Manajemen yang terakhir adalah Pengendalian atau Controlling, Fungsi Pengendalian ini berkaitan dengan penghimpunan informasi-informasi yang digunakan untuk melakukan pengukuran terhadap kinerja organisasi, memantau perkembangan tugas yang telah direncanakan sebelumnya dan mengambil tindakan korektif terhadap penyimpangan yang terjadi. Dalam fungsi pengendalian ini, seorang manajer selalu mengawasi jalannya suatu tugas atau kegiatan yang terarah ke pencapaian Tujuan Organisasi yang telah ditetapkannya.

Orang yang bergerak di bidang manajemen disebut “manajer”. Manajer berorientasi kepada pekerjaan, manusia, sumber daya dan pencapaian. Untuk dapat berjalan dan mencapai tujuan tertentu, maka manajer membutuhkan suatu wadah yang disebut dengan organisasi. Baik buruknya kualitas suatu organisasi di tentukan oleh baik buruknya seorang manajer dalam memilih sumber daya dan orang yang tepat untuk ditunjuk dan dipercayakan menempati kedudukan dalam organisasi tersebut. Seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi

 

Tujuan Manajemen,

Tujuan utama manajemen adalah untuk mengamankan hasil maksimum dengan upaya & sumber daya minimum. Manajemen pada dasarnya berkaitan dengan berpikir & memanfaatkan sumber daya manusia, material & keuangan sedemikian rupa sehingga akan menghasilkan kombinasi terbaik.

Pada umumnya, tujuan utama dari manajemen adalah menangani fungsi-fungsi organisasi agar bisa berjalan dengan efektif dan efisien. Untuk lebih memahami peran manajemen, kita bisa menjabarkan tujuan manajemen menjadi lebih rinci, yaitu sebagai berikut.

Tujuan Manajemen dalam Tingkat Organisasi atau Perusahaan - Setiap organisasi atau perusahaan pastinya berusaha untuk mencapai tujuan ekonomi yang telah disepakati bersama. Nah inilah yang menjadi tujuan manajemen, dimana manajemen yang baik akan membantu kita untuk meraih semua tujuan yang ada. Manajemen akan membantu kita untuk menggunakan sumber daya yang ada dengan penggunaan seoptimal mungkin sampai menuju tujuan akhir. Tujuan manajemen dalam tingkat organisasi dan perusahaan dapat diklasifikasikan lagi ke dalam beberapa bagian, yaitu sebagai berikut :

  • Mencapai Kelangsungan Hidup yang Stabil. Salah satu tujuan manajemen dalam tingkat organisasi dan perusahaan adalah membantu kelangsungan hidup suatu organisasi dengan aman dan stabil. Dalam hal ini, pendapatan yang diperoleh organisasi atau perusahaan harus cukup untuk menutupi biaya-biaya yang diperlukan dan manajemen juga perlu membantu organisasi untuk menghemat pengeluaran. Dengan begitu, pengeluaran biaya yang dilakukan perusahaan tidak lebih besar daripada pemasukannya atau dengan kata lain menghindari defisit.
  • Meraih Pertumbuhan yang Diinginkan. Tujuan manajemen yang kedua adalah membantu organisasi dan perusahaan untuk meraih pertumbuhan yang diharapkan. Dalam hal ini, manajemen untuk karyawan akan membantu para karyawan untuk lebih produktif dan memberikan kinerja yang jauh lebih baik dari pada sebelumnya. Manajemen akan membantu karyawan untuk meraih perkembangan demi perkembangan, sampai akhirnya karyawan bisa berupaya dan bekerja bersama-sama demi mencapai pertumbuhan yang diinginkan.
  • Profitabilitas. Tidak dapat disangkal lagi bahwa profitabilitas adalah salah satu faktor dasar yang menentukan masa depan dan pertumbuhan organisasi dan perusahaan secara keseluruhan. Logikanya, jika kita ingin memastikan kelanjutan bisnis dengan sukses, maka kita harus memastikan bahwa profitabilitas organisasi kita terjamin dengan baik. Itulah mengapa salah satu tujuan manajemen dalam tingkat organisasi atau perusahaan adalah mencapai profitabilitas yang diinginkan bersama. 


Tujuan Manajemen dalam Tingkat Sosial - Pada poin sebelumnya, kita sudah membahas tentang tujuan manajemen dalam tingkat organisasi atau perusahaan. Namun, kita juga perlu selalu ingat bahwa organisasi atau perusahaan juga termasuk ke dalam bagian masyarakat atau sosial. Bukan hanya itu, semua sumber daya yang akan diolah oleh organisasi atau perusahaan juga berasal dari masyarakat. Jadi, tidak salah jika manajemen memiliki peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat. Berikut ini adalah beberapa tujuan manajemen dalam tingkat sosial yang perlu kita ketahui bersama-sama : 

  • Memastikan keselamatan, kesehatan dan harga produk yang terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat atau minimalnya kepada target pasar kita. Selain itu, organisasi atau perusahaan juga harus mematuhi metode-metode produksi yang aman bagi lingkungan masyarakat.
  • Memastikan bahwa produk yang dijual kepada masyarakat memiliki kualitas produk yang baik dan memenuhi standar. Tidak hanya itu, manajemen juga memiliki peranan untuk mengembangkan kualitas produk dalam biaya yang seminimal mungkin, sehingga tidak terjadi pemborosan dalam organisasi atau perusahaan. 

Manajemen juga bertujuan untuk membantu kita dalam memberikan kontribusi dengan memberikan fasilitas dan layanan yang berguna untuk masyarakat luas. 

Tujuan manajemen lainnya adalah memastikan lapangan kerja yang cukup untuk para masyarakat lokal yang tinggal di sekitar organisasi atau perusahaan kita. 


Tujuan Manajemen dalam Tingkat Individu - Tujuan manajemen dalam tingkat individu juga dapat disebut sebagai tujuan pribadi. Ini juga bisa menjadi tujuan manajemen yang dimiliki setiap karyawan dalam organisasi atau perusahaan. Misalnya, bagaimana seorang karyawan bertujuan untuk meraih jabatan yang lebih tinggi dalam kurun waktu setahun ke depan, sehingga dirinya harus memiliki pengelolaan yang baik dalam bekerja. Berikut ini adalah beberapa tujuan manajemen yang berkaitan dengan tujuan pribadi karyawan yang perlu kita ketahui diantaranya,

  • Menjamin kebutuhan finansial karyawan seperti, gaji (upah), insentif, bonus, asuransi dan tunjangan-tunjangan lainnya. 
  • Memberikan kesempatan dan pilihan yang terbaik untuk pengembangan diri para karyawan.
  • Memberikan peluang bagi karyawan agar mereka dapat memiliki keseimbangan hidup antara kehidupan pribadi dan pekerjaan 
  • Memberikan tingkat pengakuan yang layak bagi karyawan, terutama jika mereka adalah karyawan yang berprestasi dan unggul. Dengan menerapkan hal ini, dapat dipastikan karyawan akan semakin bersemangat untuk berkontribusi pada perusahaan. 
  • Terakhir dan tidak kalah penting, manajemen yang baik juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman bagi semua karyawan di dalam suatu organisasi atau perusahaan. 

 

Bidang Garapan Manajemen Sekolah

Bidang Garapan Manajemen Sekolah - Manajemen pendidikan adalah proses keseluruhan kegiatan bersama dalam bidang pendidikan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pelaporan, pengkoordinasian, pengawasan dan pembiayaan, dengan menggunakan atau memanfaatkan fasilitas yang tersedia, baik personil, materiil, maupun spirituil untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.

Pengertian Garapan Manejemen Sekolah - Menurut Gussudiarta, (2010:3) ruang lingkup menurut objek garapan manajemen pendidikan adalah semua jenis kegiatan manajemen yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam kegiatan mendidik. Sebagai titik pusat pandangan adalah kegiatan mendidik di sekolah. Namun karena kegiatan disekolah tersebut tidak dapat dipisahkan dari jalur lingkungan formal maupun nonformal, maka juga dibahas lingkup sistem pendidikan sampai ke tingkat pusat.


Jenis-Jenis Pengertian Garapan Manejemen Sekolah

Manajemen kesiswaan - Ada tiga masalah utama yang perlu mendapat perhatian dalam bidang kesiswaan yaitu :

  • Masalah penerimaan siswa baru
  • Masalah kemajuan belajar dan evaluasi belajar
  • Masalah bimbingan

Manajemen kurikulum - Kurikulum adalah segala pengalaman pendidikan yang diberikan oleh sekolah kepada seluruh anaknya,baik dilakukan didalam sekolah maupun di luar sekolah. Pimpinan sekolah harus sadar bahwa kurikulum yang ada perlu dipahami benar-benar oleh guru-guru, sehingga mereka dapat menjabarkannya secara lebih luas dan dapat mengembangkan secara kreatif. Kurikulum ini kemudian perlu dijabarkan dalam kegiatan pengajaran di sekolah seperti perencanaan kegiatan pengajaran/pembuatan kalender pendidikan, penjadwalan, program pengajaran catur wulan/semester/tahunan hingga persiapan mengajar serta evaluasinya.

Manajemen tatalaksana sekolah - Beberapa kegiatan dari tatalaksana sekolah (ketatausahaan sekolah) yang terpenting adalah :

  • Surat dinas sekolah dan buku agenda
  • Buku ekspedisi
  • Guna buku ekspedisi ialah untuk pembuktian bahwa suatu surat yang dikirimkan sudah sampai kepada alamatnya atau orang (petugas) yang diserahi tanggung jawab.

Manajemen organisasi sekolah - Organisasi yaitu aktivitas dalam membagi-bagi kerja,menggolong-golongkan jenis pekerjaan,memberi wewengan,menetapkan saluran perintah dan tanggung jawab kepada para pelaksana.

Manajemen keuangan - Masalah keuangan adalah masalah yang peka. Oleh karena itu dalam mengelola bidang ini pimpinan sekolah harus berhati-hati, jujur dan terbuka agar tidak timbul kecurigaan baik dari staf maupun dari masyarakat atau orang tua siswa.

Manajemen perlengkapan - Gedung sekolah dapat memberi gambaran yang jelas bagi masyarakat tentang baik buruknya pelayanan pendidikan yang ada didalamnya. Gedung sekolah yang terawat dengan baik akan memberi gambaran pada masyarakat tentang pelayanan pendidikan yang tertib dan teratur. Sebaliknya gedung sekolah  yang tidak terawat, rusak, halaman penuh rumput yang tidak teratur akan memberi kesan bahwa mutu pendidikan yang ada di dalamnya tidak baik.

Manajemen hubungan masyarakat - Hubungan sekolah dengan masyarakat bertujuan antara lain untuk :

  • Memajukan kualitas pembelajaran dan pertumbuhan anak.
  • Memperkokoh tujuan serta meningkatkan kualitas hidup dan penghidupan masyarakat.
  • Menggairahkan untuk menjalin hubungan dengan sekolah.

Tantangan Manajemen Sekolah - Dalam era informasi keberadaan keluarga memberikan implikasi penting bagi sistem baru pendidikan. Menurut Reigeluth dan Garfinkel bahwa model karakteristik masyarakat informasi sebagai berikut :

  • Tujuan dan model berkisar pada proses pengorganisasian iptek mengenai informasi pengembangan pengembangan pengetahuan,
  • Dasar kekuatannya adalah perluasan kekuatan kognitif dengan teknologi tinggi,
  • Paradigma adalah berfikir sistemik munculnya hubungan sebab-akibat, kompleksitas dinamis, orientasi ekologi,
  • Berkembangnya teknologi: proses pengumpulan, pengorganisasian, penyimpanan informasi, jaringan komunikasi,dan sistem perencanaan dan rancangan,
  • Komoditi pokok: informsi dan pengetahuan sebagai kunci produk, manusia profesional dan pelayanan teknik adalah komoditi utama,
  • Pola kosumsi: lebih kecil dan efesien
  • Karakteristik organisasi: keterpaduan, sinergi, perubahan dan fleksibelitas.

 

Banyak peluang yang dapat dimanfaatkan sekolah di antaranya: gerakan mutu, kemajuan media komunikasi massa, multi media dan kesadaran masyarakat baru akan pendidikan berkualitas dan berbasis kepada masyarakat (Community Based Education). Artinya, kepala sekolah bersama guru-guru dan pihak terkait (stakeholder) perlu bersikap proaktif dalam menjawab tantangan perubahan agar sekolah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan. Menurut Suparno, SJ. et. dkk. (2003) pola kepemimpinan kepala sekolah amat berpengaruh dan sangat menentukan kemajuan sekolah. Kepemimpinan kolaboratif diperkirakan yang akan dapat menyediakan fasilitas dan dapat menyediakan sumber daya (resources) bagi kemajuan sekolah. Sedangkan tantangan sekolah di era informasi, di antara: perubahan niai-nilai/norma, liberalisasi, ekonomi, Iptek yang canggih dan bahaya narkoba. Setiap peluang perlu dimanfaatkan dan dioptimalkan, sedangkan setiap tantangan perlu diantispasi, sehingga peranan sekolah tetap dapat ditingkatkan sesuai dengan peluang yang ada.peranan sekolah berkaitan secara langsung dengan pengembangan sumber daya manusia (human resources development).

Sekolah harus menjadi penyalur semua informasi, pengetahuan, sumberdaya dan metodelogi belajar, sekolah juga harus menjadi tempat dan pusat pembelajaran, tempat kerja dan pusat pemeliharaan. Menghadapi tantangan pada era informasi dn perubahan sosial yang semakin cepat, pendidikan masa depan perlu sejak dini (mulai pendidikan dasar) melatih peserta didik untuk mampu belajar mandiri. Tranformasi dari masyarakat yang lamban, tidak kreatif dan bodoh kepada terbentuknya masyarakat yang belajar (Learning Society) dengan kreativitas yang tinggi menjadi sasaran pembelajaran.

Pengetahuan dan pembelajaran masyarakat  dalam era informasi bermakna Trier dalam Prospects, sebagai berikut :

  • Perolehan dan penggunaan pengetahuan adalah proses penting dalam proses inovasi, perubahan dan pembangunan masyarakat,
  • Penetahuan tertentu harus didasarkan atas kerjasama dari orang dalam berbagai kelompok,
  • Kesiapan dari pengetahuan masyarakat harus didasarkan atas kritera dan pengorganisasian dari pembelanjaan masyarakat, dan
  • Semua tingkatan usia dri pembelajar harus mencakup dorongan kebutuhan menuju munculnya pembelajaran efektif.

 

REFERENSI :

  1. Malayu S.P. Hasibuan. (1999). Organisasi dan Motivasi. Jakarta: Bumi Aksara.
  2. Morrisey G.L.  (2002).  Pemikiran Strategis. Jakarta: Prenhallindo.
  3. Prajudi Atmosudirdjo. (1978). Dasar-Dasar Ilmu Administrasi. Jakarta: Seri Pustaka Ilmu.
  4. Rusli Luthan. (2003). Olahraga, Kebijakan dan Politik, Jakarta: KONI dan Dirjen Olahraga.
  5. Salusu. (2000). Pengambilan Keputusan Stratejik. Jakarta: Grasindo.\
  6. Sondang P. Siagian. (1992). Fungsi-Fungsi Manajerial. Jakarta : PT. Bumi Aksara.
  7. Stoner J.A. (1986). Manajemen. Jakarta: Erlangga.
  8. Sunarto dan Sahedhy Noor R. (2001). Manajemen Sumberdaya Manusia. Yogyakarta: BPFE-UST.
  9. Terry G.R. (1986). Principle of Management. Illinois Richard : D. Irwin, Inc. Homewood.
  10. The Liang Gie. (1978). Pengertian, Kedudukan, dan Perincian Ilmu Administrasi. Yogyakarta: Karya Kencana.

 

 

 

Minggu, 02 Oktober 2022

EKONOMI MAKRO - INFLASI & DEFLASI


Inflasi dan deflasi adalah masalah yang berkaitan dengan sistem perekonomian dan finansial negara. Keadaan tersebut dapat memengaruhi harga produk yang beredar di pasar. 

 

Hal tersebut tidak hanya berpengaruh pada perusahaan, tetapi juga masyarakat umum. Berdasarkan informasi singkat di atas, sudahkah kamu mengetahui apa itu inflasi dan deflasi? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

 

Apa Itu Inflasi?

Apa yang dimaksud dengan inflasi dan apa penyebabnya? Inflasi adalah kondisi pada sebuah negara, di mana harga setiap barang yang beredar mengalami kenaikan secara terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Kondisi ini terjadi akibat banyaknya uang yang beredar di masyarakat, sehingga menyebabkan adanya kenaikan harga barang.

 

Penyebab Terjadinya Inflasi

Selain banyaknya uang yang beredar, inflasi disebabkan oleh tingginya permintaan terhadap suatu barang atau jasa sehingga meningkatkan biaya produksi atas barang atau jasa terkait. 

 

Banyaknya peluang kerja pada perusahaan dalam kondisi pembangunan ekonomi akan memunculkan peningkatan upah sehingga semakin banyak uang untuk dibelanjakan. Inflasi juga terjadi akibat adanya utang nasional yang dipengaruhi oleh jumlah pinjaman dan pengeluaran sebuah negara. 

 

Nilai tukar pada transaksi internasional yang ditentukan oleh besarnya nilai dolar juga berperan penting dalam tinggi rendahnya inflasi.

 

 

Karakteristik Inflasi

Kondisi perekonomian suatu negara dapat dikatakan mengalami inflasi apabila terpenuhi 3 karakteristik inflasi. Karakteristik yang harus dipenuhi antara lain adanya kenaikan harga barang atau jasa, kenaikan bersifat umum dan menyeluruh, serta berlangsung secara terus menerus pada waktu tertentu.

 

Definisi Inflasi​​

Inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Deflasi merupakan kebalikan dari inflasi, yakni penurunan harga barang secara umum dan terus menerus.


Perhitungan inflasi dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), link ke metadata SEKI-IHK. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya.

 

Pengukuran Indeks Harga Konsumen (IHK)

Berdasarkan the Classification of Individual Consumption by Purpose (COICOP), IHK dikelompokkan ke dalam tujuh kelompok pengeluaran, yaitu :

  1. Bahan Makanan.
  2. Makanan Jadi, Minuman, dan Tembakau.
  3. Perumahan.
  4. Sandang.
  5. Kesehatan.
  6. Pendidikan dan Olahraga.
  7. Transportasi dan Komunikasi.

 

Data pengelompokan tersebut didapatkan melalui Survei Biaya Hidup (SBH).

 

Disagregasi Inflasi

Di samping pengelompokan berdasarkan COICOP tersebut, BPS saat ini juga mempublikasikan inflasi berdasarkan pengelompokan lainnya yang dinamakan disagregasi inflasi. Disagregasi inflasi dilakukan untuk menghasilkan indikator inflasi yang menggambarkan pengaruh dari faktor yang bersifat fundamental.


Di Indonesia, disagregasi inflasi IHK tersebut dikelompokan menjadi:

1. flasi Inti, yaitu komponen inflasi yang cenderung menetap atau persisten (persistent component) di dalam pergerakan ​inflasi dan dipengaruhi oleh faktor fundamental, seperti :

  • Interaksi permintaan-penawaran.
  • Lingkungan eksternal: nilai tukar, harga komoditi internasional, inflasi mitra dagang.
  • Ekspektasi inflasi dari pedagang dan konsumen.

2. Inflasi non-Inti, yaitu komponen inflasi yang cenderung tinggi volatilitasnya karena dipengaruhi oleh selain faktor fundamental. Komponen inflasi non-inti terdiri dari :

  • Inflasi Komponen Bergejolak (Volatile Food): Inflasi yang dominan dipengaruhi oleh shocks (kejutan) dalam kelompok bahan makanan seperti panen, gangguan alam, atau faktor perkembangan harga komoditas pangan domestik maupun perkembangan harga komoditas pangan internasional.
  • Inflasi Komponen Harga yang diatur oleh Pemerintah (Administered Prices): Inflasi yang dominan dipengaruhi oleh shocks (kejutan) berupa kebijakan harga Pemerintah, seperti harga BBM bersubsidi, tarif listrik, tarif angkutan, dll.

 

Determinan Inflasi

Inflasi timbul karena adanya tekanan dari sisi supply (cost push inflation), dari sisi permintaan (demand pull inflation), dan dari ekspektasi inflasi. Faktor-faktor terjadinya cost push inflation dapat disebabkan oleh depresiasi nilai tukar, dampak inflasi luar negeri terutama negara-negara mitra dagang, peningkatan harga-harga komoditi yang diatur pemerintah (Administered Price), dan terjadi negative supply shocks akibat bencana alam dan terganggunya distribusi.

 

Faktor penyebab demand pull inflation adalah tingginya permintaan barang dan jasa relatif terhadap ketersediaannya. Dalam konteks makroekonomi, kondisi ini digambarkan oleh output riil yang melebihi output potensialnya atau permintaan total (agregate demand) lebih besar dari pada kapasitas perekonomian. Sementara itu, faktor ekspektasi inflasi dipengaruhi oleh perilaku masyarakat dan pelaku ekonomi dalam menggunakan ekspektasi angka inflasi dalam keputusan kegiatan ekonominya. Ekspektasi inflasi tersebut dapat bersifat adaptif atau forward looking.



Hal ini tercermin dari perilaku pembentukan harga di tingkat produsen dan pedagang terutama pada saat menjelang hari-hari besar keagamaan (lebaran, natal, dan tahun baru) dan penentuan upah minimum provinsi (UMP). Meskipun ketersediaan barang secara umum diperkirakan mencukupi dalam mendukung kenaikan permintaan, namun harga barang dan jasa pada saat-saat hari raya keagamaan meningkat lebih tinggi dari kondisi supply-demand tersebut. Demikian halnya pada saat penentuan UMP, pedagang ikut pula meningkatkan harga barang meski kenaikan upah tersebut tidak terlalu signifikan dalam mendorong peningkatan permintaan.

Pentingnya Kestabilan Harga

Inflasi yang rendah dan stabil merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pentingnya pengendalian inflasi didasarkan pada pertimbangan bahwa inflasi yang tinggi dan tidak stabil memberikan dampak negatif kepada kondisi sosial ekonomi masyarakat.

 

Pertama, inflasi yang tinggi akan menyebabkan pendapatan riil masyarakat akan terus turun sehingga standar hidup dari masyarakat turun dan akhirnya menjadikan semua orang, terutama orang miskin, bertambah miskin. Kedua, inflasi yang tidak stabil akan menciptakan ketidakpastian (uncertainty) bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan. Pengalaman empiris menunjukkan bahwa inflasi yang tidak stabil akan menyulitkan keputusan masyarakat dalam melakukan konsumsi, investasi, dan produksi, yang pada akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi. Ketiga, tingkat inflasi domestik yang lebih tinggi dibanding dengan tingkat inflasi di negara tetangga menjadikan tingkat bunga domestik riil menjadi tidak kompetitif sehingga dapat memberikan tekanan pada nilai Rupiah. Keempat, pentingnya kestabilan harga kaitannya dengan SSK (referensi).​

 

​Sasaran Inflasi​​

Melalui amanat yang tercakup di Undang Undang tentang Bank Indonesia, tujuan Bank Indonesia yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai Rupiah. Kestabilan nilai Rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang​ dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain. Aspek pertama tercermin pada perkembangan laju inflasi, sementara aspek kedua tercermin pada perkembangan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang negara lain.


Perumusan tujuan tunggal ini dimaksudkan untuk memperjelas sasaran yang harus dicapai oleh Bank Indonesia serta batas-batas tanggung jawabnya. Dengan demikian, tercapai atau tidaknya tujuan Bank Indonesia ini kelak akan dapat diukur dengan mudah. Dalam upaya pencapaian tujuannya, Bank Indonesia menyadari bahwa pencapaian pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi perlu diselaraskan untuk mencapai hasil yang optimal dan berkesinambungan dalam jangka panjang.

 

Pengendalian Inflasi​​

​Kebijakan moneter Bank Indonesia ditujukan untuk mengelola tekanan harga yang berasal dari sisi permintaan agregat (demand management) relatif terhadap kondisi sisi penawaran. Kebijakan moneter tidak ditujukan untuk merespons kenaikan inflasi yang disebabkan oleh faktor yang bersifat kejutan dan bersifat sementara (temporer) yang akan hilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu.


Sementara itu, inflasi juga dapat dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari sisi penawaran ataupun yang bersifat kejutan (shocks) seperti kenaikan harga minyak dunia dan adanya gangguan panen atau banjir. Dari bobot dalam keranjang IHK, bobot inflasi yang dipengaruhi oleh faktor penawaran dan kejutan diwakili oleh kelompok volatile food dan administered prices yang mencakup kurang lebih 40% dari bobot IHK.


Dengan demikian, kemampuan Bank Indonesia untuk mengendalikan inflasi relatif terbatas apabila terdapat kejutan (shocks) yang sangat besar, seperti ketika terjadi kenaikan harga BBM di tahun 2005 dan 2008, sehingga menyebabkan adanya lonjakan inflasi.


Dengan pertimbangan bahwa laju inflasi juga dipengaruhi oleh faktor yang bersifat kejutan tersebut maka pencapaian sasaran inflasi memerlukan kerjasama dan koordinasi antara Pemerintah dan Bank Indonesia melalui kebijakan makroekonomi yang terintegrasi baik dari kebijakan fiskal, moneter maupun sektoral. Lebih jauh, karakteristik inflasi Indonesia yang cukup rentan terhadap kejutan-kejutan (shocks) dari sisi penawaran memerlukan kebijakan-kebijakan khusus untuk permasalahan tersebut.

Dalam tataran teknis, koordinasi antara Pemerintah dan Bank Indonesia telah diwujudkan dengan membentuk Tim Koordinasi Penetapan Sasaran, Pemantauan dan Pengendalian Inflasi (TPI) di tingkat pusat sejak tahun 2005. Anggota TPI, terdiri dari Bank Indonesia dan kementerian teknis terkait di Pemerintah seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional,  Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Sekretaris kabinet, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.


​Menyadari pentingnya koordinasi tersebut, sejak tahun 2008, pembentukan TPI diperluas hingga ke level daerah. Ke depan, koordinasi antara Pemerintah dan BI diharapkan akan semakin efektif dengan dukungan forum TPI baik pusat maupun daerah sehingga dapat terwujud inflasi yang rendah dan stabil, yang bermuara pada pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dan berkelanjutan.


Penetapan Target Inflasi​​

​Target atau sasaran inflasi merupakan tingkat inflasi yang harus dicapai oleh Bank Indonesia, berkoordinasi dengan Pemerintah. Penetapan sasaran inflasi berdasarkan UU mengenai Bank Indonesia dilakukan oleh Pemerintah. Dalam Nota Kesepahaman antara Pemerintah dan Bank Indonesia, sasaran inflasi ditetapkan untuk tiga tahun ke depan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Berdasarkan PMK No.101/PMK.010/2021 tanggal 28 Juli 2021 tentang Sasaran Inflasi tahun 2022, tahun 2023, dan tahun 2024, sasaran inflasi yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk periode 2022 – 2024, masing-masing sebesar 3,0%, 3,0%, dan 2,5%, dengan deviasi masing-masing ±1%.

 

Sasaran inflasi tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi pelaku usaha dan masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonominya ke depan, sehingga tingkat inflasi dapat dijaga pada tingkat yang rendah dan stabil. Salah satu upaya pengendalian inflasi menuju inflasi yang rendah dan stabil adalah dengan membentuk dan mengarahkan ekspektasi inflasi masyarakat agar mengacu pada sasaran inflasi yang telah ditetapkan. Angka target atau sasaran inflasi dapat dilihat pada situs Bank Indonesia atau situs instansi Pemerintah lainnya seperti Kementerian Keuangan, Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, atau Bappenas. Sebelum UU No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, sasaran inflasi ditetapkan oleh Bank Indonesia. Sementara setelah UU tersebut, dalam rangka meningkatkan kredibilitas Bank Indonesia maka sasaran inflasi ditetapkan oleh Pemerintah.

 

 



Apa Itu Deflasi?


Berbeda dengan inflasi, deflasi adalah kondisi penurunan harga barang akibat rendahnya daya beli masyarakat pada waktu tertentu dalam durasi yang panjang. Deflasi tidak hanya akan memengaruhi penurunan harga barang dan jasa namun juga berisiko pada biaya produksi, upah pekerja, hingga daya beli masyarakat.

 

Jika inflasi adalah kenaikan harga baramg yang terus mengalami kenaikan, maka deflasi merupakan suatu keadaan perekonomian di suatu negra dimana terjadi sebuah kecenderungan penurunan harga yang terus menerus terjadi dalam satu priode.

 

Baik itu inflasi ataupun deflasi sama – sama merupakan masalah perekonomian suatu negara yang harus segera diatasi. Apalagi inflasi dan deflasi ini juga dapat mempengaruhi bisnis yang sedang Anda jalankan.

 

Sebuah perusahaan harus menurunkan harga suatu produk atau layanan untuk tetap menarik daya beli masyarakat dengan rasio keuangan rendah. Dalam penurunan harga barang tersebut perusahaan mengorbankan nilai keuntungan yang diperoleh.  

 

Deflasi adalah periode di mana harga-harga secara umum jatuh, dan nilai uang bertambah. Deflasi juga didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana ada penurunan harga barang secara terus menerus, sehingga terjadi peningkatan nilai uang.


Dikutip dari Modul Ekonomi Kemdikbud Kelas XI oleh Basuki, S.Pd., M.M., arti deflasi adalah kondisi dimana jumlah uang beredar lebih sedikit, dibandingkan dengan jumlah barang dan jasa.

 

Pengertian deflasi adalah kebalikan dari inflasi. Perbedaan inflasi dan deflasi adalah, jika inflasi terjadi akibat banyaknya jumlah uang yang beredar di masyarakat, maka deflasi terjadi karena kurangnya jumlah uang yang beredar.


Salah satu cara menanggulangi deflasi adalah dengan menurunkan tingkat suku bunga. Bank sentral dapat mengambil kebijakan menurunkan tingkat suku bunga bank umum, dengan harapan masyarakat banyak melakukan pinjaman dari bank. Sehingga, memungkinkan pada akhirnya menambah jumlah uang yang beredar di masyarakat.



Penyebab Terjadinya Deflasi

Rendahnya rasio keuangan yang dimiliki masyarakat dapat menjadi salah satu alasan terjadinya inflasi. Namun, terdapat beberapa penyebab lain yang mendorong negara pada kondisi tersebut.    Penyebab terjadinya inflasi antara lain :

  1. Adanya perubahan struktur pada persaingan pasar. Perusahaan di sektor yang sama akan bersaing menurunkan harga barang sehingga dapat lebih unggul dibandingkan pesaingnya.
  2. Terjadinya peningkatan produktivitas akibat adanya inovasi dan kemajuan teknologi.
  3. Turunnya daya beli masyarakat akibat sedikitnya persediaan jumlah mata uang.

 

Karakteristik Deflasi

Deflasi merupakan kondisi yang berkebalikan dengan inflasi. Sebuah negara dapat dikatakan mengalami deflasi ketika terjadi penurunan harga barang secara terus menerus, berkurangnya jumlah uang yang beredar, dan masyarakat memilih untuk menyimpan uang di bank ataupun platform penyimpanan uang lainnya dibandingkan melakukan transaksi.

 

Penyebab Deflasi

Jika dilihat dari pengertian deflasi, penyebab deflasi suatu negara adalah sebagai berikut :

  1. Jumlah uang yang beredar di masyarakat sedikit atau menurun.
  2. Menurunya permintaan terhadap barang atau jasa.
  3. Tingkat penawaran lebih besar, sehingga hasil produksi sama.


 

Jenis Deflasi

Jenis deflasi antara lain :

  1. Deflasi sirkulasi adalah deflasi yang terjadi akibat adanya perubahan menurunya perekonomian. Hal ini terjadi karena harga barang menurun, karena tingkat produksi dan konsumsi tidak seimbang.
  2. Deflasi strategis adalah deflasi yang terjadi karena strategi kebijakan pemerintah tidak berhasil. Kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah itu nyatanya tidak bisa menekan angka konsumsi berlebih, pada masyarakat. Sehingga, menyebabkan penurunan harga.

 

Dampak Deflasi

Dampak positif deflasi adalah masyarakat bisa membeli dengan harga barang yang murah. Dampak deflasi juga bisa menguatkan nilai mata uang.

Namun, deflasi tidak bagus untuk perekonomian. Dikutip dari buku 'Kamus Istilah Ekonomi dan Bisnis' oleh Henricus W. Ismanthono, adapun beberapa dampak dari deflasi adalah :

  1. Bertambahnya jumlah pengangguran, akibat banyaknya pengurangan karyawan perusahaan.
  2. Menurunya angka permintaan pasar, sehingga memaksa para produsen mengurangi jumlah produksinya.
  3. Penurunan keuntungan (laba) perusahaan.
  4. banyaknya penutupan pabrik, penurunan pendapatan serta meningkatnya gagal bayar ( default) baik dari perusahaan maupun individu.


Contoh Deflasi

Contoh deflasi adalah ketika ada saat dimana turunnya harga bahan makanan di Indonesia. Deflasi itu terjadi pada September tahun 2019 lalu, Badan Pusat Statistik mencatat Indonesia mengalami deflasi mencapai angka 0,27%. Kondisi itu terjadi akibat sebagian besar harga komoditas makanan dan bumbu-bumbu dapur menurun. Tercatat ada sejumlah 82 kota di Indonesia, yang terkena dampak penurunan harga tersebut, demikian dikutip dari laman OCBCNISP.


Salah satu cara menanggulangi atau cara mengatasi deflasi adalah dengan menurunkan tingkat suku bunga. Bank sentral dapat mengambil kebijakan menurunkan tingkat suku bunga bank umum, dengan harapan masyarakat banyak melakukan pinjaman dari bank. Sehingga, memungkinkan pada akhirnya menambah jumlah uang yang beredar di masyarakat.



TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN - PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERESIKO

Pengambilan Keputusan Beresiko Resiko merupakan penyimpangan dari ekspektasi tingkat pengembalian yang diharapkan, pelaku bisnis selalu me...